Pembangunan Jalan R3 Tetap Berjalan, 400 Meter Lagi Jalan Dibeton
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memastikan pembangunan jalan Regional Ring Road (R3) di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur tetap berlanjut. Saat ini tengah dilakukan proses pembetonan jalan sepanjang kurang lebih 400 meter dengan lebar 18 meter di luar badan jalan dan pedestrian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memastikan pembangunan jalan Regional Ring Road (R3) di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur tetap berlanjut. Saat ini tengah dilakukan proses pembetonan jalan sepanjang kurang lebih 400 meter dengan lebar 18 meter di luar badan jalan dan pedestrian.
Diketahui, pembangunan lainnya yang bisa dilaksanakan hingga akhir tahun 2023 ini juga terus dikejar. Hal ini merupakan bagian dari merealisasikan program Bogor lancar yang digaungkan Bima-Dedie.
"Total dari ujung MBR Berkah ini kurang lebih 1,2 kilometer panjangnya. Kemudian ada jembatan Ciliwung yang panjangnya kurang lebih 60 meter. Setelah itu dari jembatan dengan Kuntum dan Wangun kurang lebih masih ada 2 kilometer lagi," ungkap Dedie kepada wartawan, Minggu 17 September 2023.
Dedie memaparkan, untuk progres pembetonan jalan 400 meter ini baru land clearing sebesar 1,3 persen. Di luar itu, kemudian ada empat bidang lahan yang harus dibebaskan sampai batas jembatan.
"Namun, empat bidang ini sudah dikonsinyasi di pengadilan dan sudah melewati proses pengukuran dan penyelarasan," paparnya.
"Untuk diketahui pula, TPS3R MBR Berkah di Mutiara Bogor Raya juga terdampak pembangunan lanjutan R3. Namun saya memastikan, bahwa Dinas PUPR dan wilayah sedang mencarikan lokasi untuk relokasi. Bagaimanapun juga MBR Berkah sudah menjadi tujuan wisata edukasi dan ikon Kota Bogor," tambah Dedie.
Dedie menerangkan, dengan progres sampai posisi saat ini, menjadi capaian yang cukup baik. Dalam rangka konsistensi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk memperlancar lalu lintas di Kota Bogor dengan R3.
"Jalan ini ini tujuannya kan adalah mencoba untuk menyelesaikan dan mengurai padatnya lalu lintas yang masuk langsung ke Kota Bogor melalui Jalan Raya Tajur. Kemudian di Bogor Timur akan ada beberapa pembangunan besar. Seperti kantor pemerintahan, rumah sakit dan lain sebagainya untuk mendukung akses," jelasnya.
"Ya, kami juga sudah bicarakan dengan Marga Sarana Jabar bahwa kelanjutan berikutnya dari BORR dan ke BIRR akan terintegrasi. Sekarang exit dari gambarnya itu masih di Maseng. Tapi kami minta ada exit di BNR," pungkas Dedie.*** (rizki mauludi)
Editor : Doni Ramdhani

