Pemkot Bandung Siapkan 1.597 Pendamping Pemilah Sampah, Prioritaskan Warga Lokal

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersiap merekrut 1.597 pendamping pemilah sampah. Mereka akan ditempatkan di seluruh penjuru kota memperkuat sistem pemilahan dari sumber, sekaligus mempercepat penanganan tumpukan sampah yang mulai muncul akibat pengurangan ritase ke TPA Sarimukti.

Pemkot Bandung Siapkan 1.597 Pendamping Pemilah Sampah, Prioritaskan Warga Lokal
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersiap merekrut 1.597 pendamping pemilah sampah. Mereka akan ditempatkan di seluruh penjuru kota memperkuat sistem pemilahan dari sumber, sekaligus mempercepat penanganan tumpukan sampah yang mulai muncul akibat pengurangan ritase ke TPA Sarimukti.

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersiap merekrut 1.597 pendamping pemilah sampah. Mereka akan ditempatkan di seluruh penjuru kota memperkuat sistem pemilahan dari sumber, sekaligus mempercepat penanganan tumpukan sampah yang mulai muncul akibat pengurangan ritase ke TPA Sarimukti.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pihaknya tengah mematangkan berbagai aspek sebelum program tersebut diluncurkan secara resmi. Struktur organisasi, susunan personel dan pembiayaan menjadi tiga hal utama yang kini tengah dibahas intensif.

“Saya masih keliling, masih melihat langsung kondisi di lapangan. Sambil menunggu finalisasi struktur organisasi, personel dan pembiayaannya,” kata Farhan pada Kamis 16 Oktober 2025.

Ia menyebut, keberadaan para pendamping nantinya akan sangat vital dalam mendukung percepatan pemilahan sampah langsung dari lingkungan masyarakat. Apalagi, Kota Bandung kini sedang berhadapan dengan keterbatasan dalam pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti yang menjadi tempat pemrosesan akhir utama.

“Nah sekarang ini, kita berkejaran dengan waktu untuk menyelesaikan berbagai macam tumpukan sampah yang mulai timbul karena ada pengurangan ritase pengangkutan ke Sarimukti,” ucapnya.

Terkait rekrutmen, Farhan menegaskan pemerintah akan memprioritaskan warga setempat untuk mengisi posisi sebagai pendamping pemilah sampah. Pelibatan masyarakat, dinilai lebih efektif karena mereka sudah memahami kondisi lingkungan masing-masing.

“Kalau penunjukan orangnya dari warga. Tapi kalau warga enggak ada, kita akan tunjuk orang lain. Harus, harus dari warga,” ujar dia.

Menurutnya, banyak figur lokal yang dinilai punya kapasitas untuk terlibat dalam program ini. Antara lain petugas gotong royong bersih (Gober), penggerak lingkungan maupun individu yang selama ini aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah.

“Misalkan si mamang sampahna, atau Gober setempat, atau siapapun yang memang paham kondisi lingkungannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah di Kota Bandung yang kini mulai berfokus pada pendekatan berbasis sumber. 

"Harapannya dengan pemilahan sejak dari rumah, volume sampah yang dikirim ke tempat akhir bisa ditekan. Sekaligus membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat," tandas dia.***


Editor : JakaPermana