Pemkot Bandung Siapkan Penataan Ulang Asia Afrika, Targetkan Kebangkitan Ritel

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan penataan ulang kawasan Asia Afrika melalui program perbaikan tampilan atau facelift.

Pemkot Bandung Siapkan Penataan Ulang Asia Afrika, Targetkan Kebangkitan Ritel
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan penataan ulang kawasan Asia Afrika melalui program perbaikan tampilan atau facelift.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan penataan ulang kawasan Asia Afrika melalui program perbaikan tampilan atau facelift sebagai langkah awal menghidupkan kembali kawasan bersejarah yang kini mengalami penurunan aktivitas.

Penataan tidak hanya menyasar aspek visual, tetapi juga menyentuh persoalan lingkungan dan ketertiban kawasan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, kondisi kawasan Asia Afrika saat ini masih jauh dari optimal. Dari total potensi yang ada, baru sekitar 50 persen yang benar-benar terhubung dan berjalan. Aktivitas ekonomi pun, dinilai belum pulih terutama pada sektor ritel.

Asia Afrika masih sangat mati, hanya hotel saja yang ada di sana. Retailnya mati sama sekali,” kata Farhan, Kamis (16/4/2026).

Dia menjelaskan, saat ini kawasan tersebut masih bergantung pada sektor perhotelan sebagai penopang utama aktivitas wisata. Sementara itu, di sepanjang poros Masjid Raya Bandung hingga Jalan Otto Iskandardinata (Otista), banyak toko yang telah tutup dan belum kembali beroperasi.

Sambung dia, kondisi serupa juga terjadi di kawasan Dalem Kaum meski sebagian aktivitas ritel masih bertahan. Secara keseluruhan, kawasan pusat kota bagian selatan dinilai mengalami penurunan dibandingkan wilayah utara Kota Bandung yang kini lebih berkembang dan padat aktivitas ekonomi.

Farhan menilai, perlu ada intervensi serius dimulai dari penataan fisik kawasan melalui program facelift. Upaya tersebut, mencakup pembersihan tampilan bangunan, perbaikan elemen visual kota dan penertiban berbagai bentuk vandalisme yang selama ini merusak wajah kawasan.

“Kita akan melakukan facelift. Jadi tampilan gedungnya akan kita bersihkan, vandalisme akan kita hilangkan,” ucapnya.

Pihaknya menegaskan, persoalan vandalisme menjadi perhatian khusus karena berdampak langsung terhadap persepsi publik dan kenyamanan kawasan. Namun, penanganannya tidak bisa bersifat sementara.

“Menghilangkan vandalisme tidak cukup sekali bersih, tapi harus dijaga. Kalau muncul lagi, dibersihkan lagi. Pelaku yang tidak bertanggung jawab juga akan kita tindak,” ujar dia.

Selain penindakan, Pemkot Bandung juga akan memastikan adanya pengawasan berkelanjutan agar kawasan tetap terjaga setelah dibersihkan. Hal itu dinilai penting, agar upaya revitalisasi tidak kembali tergerus oleh tindakan perusakan.

Penataan kawasan Asia Afrika, akan dilakukan secara bertahap. Dalam waktu dekat, pemerintah akan lebih dulu menyelesaikan penataan di kawasan Kosambi Simpang Lima. Setelah proyek tersebut rampung, fokus penataan akan dialihkan ke Asia Afrika.

“Setelah itu beres dalam waktu sekitar satu tahun, kita akan segera fokus ke Asia Afrika,” jelasnya.

Menurutnya, penataan fisik menjadi fondasi penting sebelum langkah lanjutan dilakukan seperti menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan menarik investasi. Lingkungan yang bersih, tertata dan aman diyakini dapat meningkatkan minat pelaku usaha kembali membuka bisnis di kawasan tersebut.

"Kami akan mengundang investor masuk ke kawasan Asia Afrika, untuk mengisi kembali ruang-ruang usaha yang kosong. Tetapi sebelum itu, perbaikan wajah kawasan harus dilakukan terlebih dahulu agar memiliki daya tarik," ujar dia.

Farhan optimistis, dengan kombinasi penataan fisik dan strategi pengembangan ekonomi. Kawasan Asia Afrika dapat kembali hidup sebagai salah satu pusat kegiatan perdagangan, dan pariwisata di Kota Bandung.

“Kalau kita tata dengan baik, kawasan ini punya potensi besar untuk hidup kembali,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana