Pemkot Buru Pelaku: Menguak Misteri Pohon Dikuliti
LUKA menganga terlihat pada enam pohon di Bandung. Pemerintah kini mencari pelaku dan memastikan pohon tetap hidup.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Yogo Triastopo
Enam pohon di Kota Bandung tengah menjalani masa pemulihan setelah bagian kulitnya dikuliti. Di balik batang-batang yang tampak terluka itu, pemerintah kini mencoba mencari jawaban: siapa yang melakukan dan apa sebenarnya tujuannya? Kasus tersebut telah masuk tahap penyelidikan.
Pemerintah Kota Bandung masih memeriksa kondisi masing-masing pohon untuk mengetahui seberapa parah kerusakan, sekaligus menelusuri pihak yang bertanggung jawab.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pemeriksaan dilakukan oleh DPKP dan akan dilanjutkan dalam waktu sekitar satu pekan. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk mengetahui kondisi pohon setelah mengalami kerusakan.
“Sedang dilakukan pengecekan oleh DPKP. Dalam waktu seminggu akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Farhan pada Senin (17/8).
Belum ada jawaban pasti mengenai motif pengulitan tersebut. Namun, bagi pemerintah, persoalannya bukan sekadar luka pada batang. Bagian kulit pohon memiliki peran penting bagi keberlangsungan hidup tanaman sehingga kerusakan perlu segera ditangani.
“Yang jelas dampaknya harus dilihat, apakah bisa menyebabkan pohon mati atau tidak,” ucapnya.
Pemerintah pun tidak menunggu kerusakan menjadi lebih parah. Penanganan telah dilakukan untuk membantu proses pemulihan, termasuk mendorong agar kulit pohon dapat kembali tumbuh.
“Kalau dibiarkan, bisa berdampak. Karena itu kita melakukan treatment. Saat ini sedang ditangani supaya kulit pohonnya bisa tumbuh kembali,” ujar dia.
Di tengah upaya menyelamatkan pohon-pohon tersebut, satu pertanyaan masih menggantung. Mengapa pohon-pohon itu harus dikuliti? Farhan mengaku tidak melihat alasan yang jelas di balik tindakan tersebut. Apalagi jika pohon yang berada di median jalan sampai mengalami kerusakan serius dan akhirnya mati. (gin)
Editor : Inilahkoran

