Pemkot Cimahi Klaim Angka Prevalensi Stunting Turun hingga 22,3 Persen
Pemkot Cimahi mengklaim angka prevalensi stunting di wilayahnya mengalami penurunan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkot Cimahi mengklaim angka prevalensi stunting di wilayahnya mengalami penurunan. Berdasarkan data pihaknya, pada 2024 angka tersebut mencapai 24,5 persen dan berhasil ditekan menjadi 22,3 persen pada 2025.
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudistira mengatakan, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan gizi semata, melainkan menjadi indikator penting bagi masa depan generasi Kota Cimahi.
"Kalau bicara stunting, harus melakukan intervensi gizi sejak dini hingga pola asuh. Penanganannya harus terintegrasi dan berkelanjutan," kata Adhitia, Jumat 6 Maret 2026.
"Namun, berdasarkan data terbaru, angka prevalensi stunting di Kota Cimahi menunjukkan tren positif penurunan," ucapnya.
Adhitia mengakui, penanganan stunting di Kota Cimahi menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kemiskinan ekstrem hingga permasalahan sosial yang menjadi faktor risiko.
Menurutnya, pendekatan yang diterapkan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.
"Data tidak bisa lagi berdiri sendiri. Harus konvergen. Cimahi Utara, Tengah, dan Selatan punya karakteristik berbeda," ujarnya.
"Latar belakang demografi dan sosial masyarakatnya juga berbeda. Maka solusi pun harus spesifik dan tepat sasaran," sambungnya.
Meski begitu, ungkap Adhitia, Pemerintah Kota Cimahi menetapkan target agar prevalensi stunting dapat terus diturunkan pada tahun 2026.
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Adhitia, diperlukan kolaborasi dari semua pihak untuk mengoptimalkan berbagai program intervensi yang telah direncanakan.
"Dengan kolaborasi, Pemkot Cimahi berharap percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani


