Pemprov Jabar Sulap Kawasan Gedung Sate-Gasibu Jadi Ikon Terpadu

Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menggeber proyek penataan ulang kawasan Gedung Sate dengan konsep besar.

Pemprov Jabar Sulap Kawasan Gedung Sate-Gasibu Jadi Ikon Terpadu
Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menggeber proyek penataan ulang kawasan Gedung Sate dengan konsep besar.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menggeber proyek penataan ulang kawasan Gedung Sate dengan konsep besar, yakni menyatukan plaza depan, koridor Jalan Diponegoro, hingga Lapangan Gasibu dalam satu lanskap terpadu yang kuat secara fungsi dan simbol.

Penataan ini bukan sekadar peremajaan visual. Pemprov Jabar membidik penguatan identitas kawasan sebagai episentrum pemerintahan sekaligus ruang publik representatif yang hidup dan inklusif.

Kepala Bagian Tata Usaha Biro Umum Setda Jabar, Winny Citra, mengungkapkan proyek tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 8 April hingga 6 Agustus 2026. Salah satu fokus utamanya adalah menghidupkan kembali sumbu historis yang menghubungkan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, dan Lapangan Gasibu.

“Penataan kawasan dilakukan dengan mengembalikan poros Gedung Sate-Jalan Diponegoro-Lapangan Gasibu sebagai sumbu utama yang merepresentasikan identitas pemerintahan Provinsi Jawa Barat sekaligus menegaskan peran Gedung Sate sebagai pusat (center point) Jawa Barat,” ujar Winny, Minggu (12/4/2026).

Secara teknis, proyek ini mencakup penataan area seluas 14.642 meter persegi dengan panjang koridor berkisar antara 97 hingga 144,24 meter. Skala tersebut menunjukkan intervensi yang dilakukan menyentuh struktur ruang kawasan, bukan sekadar penataan permukaan.

Lebih jauh, Pemprov Jabar mengarahkan kawasan ini menjadi ruang publik yang tidak hanya fungsional, tetapi juga merefleksikan nilai budaya Jawa Barat. Penataan mencakup desain kawasan, peningkatan kualitas jalur pedestrian, serta penguatan elemen ruang terbuka agar lebih ramah bagi pejalan kaki.

“Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat juga mendorong integrasi antara halaman Gedung Sate dan Lapangan Gasibu guna menciptakan ruang terbuka publik yang nyaman, inklusif, dan ramah bagi pejalan kaki,” ucapnya.

Selama ini, aktivitas pemerintahan terpusat di Gedung Sate, sementara Lapangan Gasibu menjadi ruang interaksi publik. Melalui integrasi ini, dua fungsi tersebut akan dilebur dalam satu kawasan yang saling terhubung dan saling menguatkan.

Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, mempertegas citra kawasan sebagai ikon Jawa Barat, sekaligus mendorong masyarakat untuk kembali memaknai kawasan Gedung Sate sebagai simbol kebanggaan daerah yang terbuka dan inklusif.

Berdasarkan data SiRUP Pemprov Jawa Barat, proyek penataan plaza depan Gedung Sate menghabiskan anggaran total Rp15,82 miliar dari APBD 2026.

Rinciannya, pekerjaan fisik (e-purchasing) sebesar Rp15,037 miliar, jasa konsultasi perencanaan senilai Rp321,3 juta dan jasa konsultasi pengawasan Rp464,3 juta. Total keseluruhan mencapai Rp15,82 miliar.***


Editor : JakaPermana