Penataan Angkot di Kota Bogor Dilakukan, Masyarakat Dukung Penuh Demi Kenyamanan
Masyarakat yang kerap menggunakan layanan angkot mendukung pemberlakuan Perwali Nomor 11/2026 tentang penataan angkot di Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Masyarakat yang kerap menggunakan layanan angkot mendukung pemberlakuan Perwali Nomor 11/2026 tentang penataan angkot di Kota Bogor.
Tokoh masyarakat Bogor Timur Hasbuloh mengatakan, masyarakat luas akan relatif menaati aturan penataan angkot di Kota Bogor yang diagendakan Pemkot Bogor.
"Ini kan sudah disahkan pimpinan daerah. Kami mendukung penataan angkot di Kota Bogor, melihat angkot sudah banyak dan agar Kota Bogor lebih lancar," kata Hasbulloh di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu (17/6/2026).
Hasbuloh memaparkan, perwali yang baru usia angkot yang lebih dari 20 tahun tidak boleh beroprasi, mudah-mudahan berdampak positif. Dengan adanya langkah ini masyarakat diharapkan mendapatkan layanan transportasi umum lebih nyaman.
"Yang menggunakan angkot lebih nyaman dan keselamatan bisa lebih terjamin. Yang tidak layak memang akan dimusnahkan, Kota Bogor bisa lebih teratur," paparnya.
Meski begitu, Hasbuloh berpesan agar Pemkot Bogor juga memikirkan nasib para sopir angkot. Kalau memang sampai mereka kehilangan pekerjaan, maka harus diusahakan untuk diberikan pekerjaan.
"Ya, kalau sampai menganggur, pemerintah tolong berikan pekerjaan. Agar kedua pihak baik semua, angkot lebih tertata dan sopir yang menganggur ada intervensi dari pemerintah agar tetap mendapatkan pemasukan," jelasnya.
Senada dengan itu, pengguna angkot Lidya (21) mengatakan selama menggunakan angkot Kota Bogor dirasakan nyaman, sudah berkurang angkot yang tua. Mendukung langkah Pemkot Bogor.
"Ya, ngedukung banget. Suka dapat angkot yang jelek, kurang nyaman. Mesin nya jelek dan panas didalam angkot nya," tuturnya.
Lidya juga memberikan masukan perihal pelayanan angkot di kota hujan. Karena ada pengalaman kurang menyenangkan selain mendapatkan angkot tua, yaitu masih adanya pengamen.
"Pengamennya juga, saya pernah nemuin di Tugu Kujang, saya tidak mau menerima amplop, dia malah menaruh amplop di paha dan mencolek saya," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani


