Pencairan Insentif Guru Madrasah di Kota Bandung Dimulai November 2025, Simak Rinciannya

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan program insentif bulanan bagi guru madrasah dan pendidik keagamaan. Program tersebut, dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang berakhlak, unggul dan berdaya saing.

Pencairan Insentif Guru Madrasah di Kota Bandung Dimulai November 2025, Simak Rinciannya
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan program insentif bulanan bagi guru madrasah dan pendidik keagamaan. Program tersebut, dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang berakhlak, unggul dan berdaya saing.

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan program insentif bulanan bagi guru madrasah dan pendidik keagamaan. Program tersebut, dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang berakhlak, unggul dan berdaya saing.

Berdasarkan data dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bandung, sebanyak 9.232 guru keagamaan akan menerima insentif. Anggaran sebesar Rp 39 miliar diambil dari APBD Kota Bandung.

"Besaran insentif berbeda-beda. Guru nonformal mendapat Rp 300 ribu per bulan, guru RA dan MI menerima Rp 700 ribu dan guru Mts serta MA memperoleh Rp 850 ribu," kata Kepala Bagian Kesra Kota Bandung, Nasrulloh Jamaluddin, Senin 24 November 2025.

Menurut ia, pemberian insentif bukan sekadar bantuan finansial. pencairan insentif akan dimulai pada November 2025, dan pihaknya berupaya memastikan semua guru menerima manfaat ini tepat waktu.

“Ini juga bentuk pengakuan terhadap peran guru madrasah dalam mendidik generasi bangsa. guru madrasah adalah pilar peradaban. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik dengan keteladanan,” ucapnya.

Ia menambahkan, insentif tersebut dapat memotivasi guru untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran dan menumbuhkan semangat belajar di kalangan siswa. Program dilaksanakan melalui kerja sama antara Pemkot Bandung dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung.

“Kolaborasi dengan Kemenag Kota Bandung penting agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran. Kami ingin memastikan pendidikan agama tetap berkualitas, tidak hanya dari segi akademik. Tetapi juga membentuk karakter dan moral generasi muda,” ujar dia.

Nasrulloh menambahkan, pemberian insentif guru madrasah merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah kota. “Kami ingin membangun generasi yang unggul, cerdas dan beretika. Program ini adalah salah satu langkah nyata menuju tujuan itu,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana