Penerimaan Mahasiswa Baru UIN SGD Bandung Tahun Akademik 2021/2022 Dilaksanakan Tiga Pola
Panitia seleksi penerimaan mahasiswa baru UIN SGD Bandung tahun akademik 2021/2022 melaksanakan dengan tiga pola berbeda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wakil Rektor I Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung Rosihon Anwar mengatakan, evaluasi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2021/2022 berkenaan dengan Ujian Mandiri UIN Bandung, seleksi oleh panitia pelaksana dilaksanakan dengan tiga pola.
Pertama, ujian mandiri jalur Computer Based Test (CBT) yakni ujian masuk UIN SGD Bandung yang dilaksanakan dengan menggunakan media komputer.
Kedua, ujian mandiri jalur Tahfidz yang merupakan ujian masuk bagi calon mahasiswa yang mempunyai hafalan Al-Quran paling sedikit 5 Juz.
Baca Juga: UIN SGD Bandung Luncurkan Program Tracer Study 2021, Apa Itu?
Ketiga, ujian mandiri jalur prestasi yaitu ujian masuk bagi para calon mahasiswa yang mempunyai prestasi di bidang seni, olahraga, atau lainnya sesuai yang ditawarkan dan mempunyai prestasi minimal tingkat regional, Kota/Kabupaten.
“Rekapitulasi pendaftar tiga tahun terakhir untuk jalur mandiri, 11.144 orang tahun 2019, 10.558 orang tahun 2020. Sedangkan untuk tahun 2021 berjumlah 11.337 orang. Artinya telah terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya. Meskipun pada tahun 2020 terjadi penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2019,” jelas Rosihon Anwar, Senin 11 Oktober 2021.
Dia memaparkan, ada 5 program studi yang paling banyak diminati pada jalur mandiri, pertama, Psikologi dengan jumlah peminat 3.079, kedua, Manajemen 2.292 peminat, ketiga, Administrasi Publik 2.028 peminat keempat, Manajemen Keuangan Syariah 1.498 peminat; kelima, Ilmu Hukum 1.489 peminat.
Baca Juga: Alhamdulillah, 28 Dosen UIN SGD Bandung Lolos Uji Kompetensi Internasional
“Dalam tiga tahun terakhir terdapat tiga program studi yang banyak diminati; pertama, Psikologi 8.366 peminat; kedua, Manajemen 6.389 peminat; ketiga, Administrasi Publik 5.198 peminat,” papar Rosihon Anwar.
Sementara itu, Rektor UIN SGD Bandung Mahmud menambahkan kerja sama dan sama-sama bekerja harus menjadi modal utama untuk mewujudkan marwah kampus yang unggul dan kompetitif. Selain itu, penguatan kualitas dan keunggulan mahasiswa perlu didorong untuk mencapai pengakuan global.
“Calon mahasiswa terus meningkat setiap tahun. Peningkatan kualitas harus menjadi tugas utama kampus. Saya atas nama pimpinan sangat mengapresiasi segala capaian prestasi yang membanggakan selama ini. Tanpa kerja sama dan sama-sama bekerja dengan segala potensi yang dimiliki masing-masing tidak mengkin tercapai,” tegas Mahmud.
Baca Juga: 720 Mahasiswa Baru Bergabung ke FAH UIN SGD Bandung
Menurut dia, untuk menarik minat mahasiswa luar negeri dapat dilakukan mulai dari kelas percontohan, online sampai menyediakan beasiswa. Perkuliahannya dilakukan secara online full. Ada kelas internasional yang disediakan beasiswa full.
Baca Juga: Mahasiswa UIN SGD Bandung Dipersilakan Gunakan Hak Program MBKM
"Kelas internasional segera disiapkan. Kalangan mahasiswa didorong untuk melakukan riset dan publikasi ilmiah bersama dosen. Untuk peningkatan capaian Scopus agar terus membanggakan tidak hanya ada di wilayah LP2M, tapi harus menjadi komitmen bersama di tingkat universitas, fakultas dalam melakukan kolaborasi riset dan publikasi antara mahasiswa dengan dosen,” tutur Mahmud.***(okky adiana)
Editor : inilahkoran


