Peringati BIAN, Dinkes KBB Akui Masih Banyak Orang Tua yang Menolak Anaknya Diimunisasi
Kadinkes KBB Eisenhower Sitanggang mengakui masih banyak orang tua yang enggan anaknya untuk diimuniasi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan imunisasi anak pada Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dilaksanakan di 2.323 Posyandu yang tersebar di 16 kecamatan dan 165 desa di wilayahnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) KBB, Eisenhower Sitanggang mengatakan, jenis imunisasi yang diberikan dalam BIAN dilakukan guna mencegah penyakit seperti, Campak, Rubella, Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, dan Polio.
"Kalau untuk imunisasi polio diberikan pada anak dengan cara ditetesin ke lidah anak," katanya kepada wartawan.
Baca Juga: Kick Off BIAN, Pemda KBB Targetkan 116.880 Anak Diimunisasi
Kendati begitu, ia pun tak memungkiri masih adanya orang tua yang menolak anak-anaknya untuk diimunisasi dengan beragam alasan.
Padahal, sambung dia, imunisasi anak sangat penting untuk pencegahan. Bahkan, lebih baik ketimbang harus melakukan pengobatan.
"Jika pemerintah tidak mengupayakan pencegahan, maka jumlah mortalitas jumlah kesakitan dan kematian akan meningkat," jelasnya.
Baca Juga: 189.407 Balita di Garut Target Imunisasi Kejar BIAN 2022
Guna memberikan pemahaman terkait pentingnya pemberian imunisasi pada anak, terang dia, pihaknya pun menggandeng para ulama dan tokoh masyarakat agar bisa membantu memberikan penjelasan.
"Tenaga kesehatan (nakes) saja tidak bisa memberikan ajakan pada masyarakat dalam memberikan pemahaman pada masyarakat," terangnya.
Namun, dengan adanya peran semua pihak, seperti para ulama dan tokoh masyarakat, maka sosialisasi akan pentingnya memberikan imunisasi bisa diterima mereka.
Baca Juga: Sempat Tercemar Hingga Berwarna Hitam, Kondisi Situ Dua Ciburuy di KBB Berangsur Pulih
"Biasa pemberian pemahaman tentang hal tersebut lebih mudah disampaikan oleh orang-orang dekatnya," ucapnya.
"Memang itu masih menjadi PR kita juga. Tapi kita dibantu oleh MUI dan Kemenag (memberikan pemahaman pada masyarakat)," pungkasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran
