Pertumbuhan Ekonomi Garut Peringkat 16 di Jawa Barat
Laju pertumbuhan perekonomian Kabupaten Garut pada 2022 mencapai 5,08 persen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut- Laju pertumbuhan perekonomian Kabupaten Garut pada 2022 mencapai 5,08 persen.
Hal itu membuat Kabupaten Garut yang berpenduduk sebanyak 2.627.220 jiwa itu menempati peringkat ke-16 kabupaten yang laju pertumbuhan perekonomiannya tertinggi di antara 27 kabupaten/kota di jawa barat.
pertumbuhan perekonomian Garut tersebut masih rendah dibandingkan pertumbuhan perekonomian rata-rata jawa barat yang mencapai 5,45 persen.
pertumbuhan perekonomian Garut itu diukur dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas Harga Konstan 2011 yang naik dari Rp39,981 triliun pada 2021 (3,58 persen) menjadi Rp42,012 triliun pada 2022.
pertumbuhan perkonomian tertinggi didapat Kabupaten Majalengka yang mencapai 6,63 persen, disusul Kabupaten Karawang 6,31 persen, dan Kota Cimahi 5,92 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dipublikasi pada Februari 2023, kondisi pertumbuhan perekonomian Garut yang sebesar 5,08 persen itu jika dilihat dari PDRB atas Harga Berlaku menurut Jenis Pengeluaran mencapai senilai Rp66,59 triliun. Atau meningkat Rp5,65 triliun dibandingkan pada 2021 yang mencapai 60,836 triliun.
Ada sebanyak empat sektor penyumbang terbesar PDRB Garut 2022, yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 37,38 persen; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 18,46 persen; industri pengolahan 8,58 persen; dan konstruksi 6,28 persen.
Menurut Wabup Garut Helmi Budiman, guna meningkatkan PDRB per kapita harga berlaku bagi setiap warga Garut diperlukan waktu dan upaya menyeluruh dari masing-masing sektor perekonomian di Kabupaten Garut.
"Diperlukan waktu maupun proses panjang mewujudkan kondisi ideal PDRB per kapita ini," ujarnya kepada wartawan, Selasa (7/3/2023).
Hal itu karena persentase penduduk Garut golongan pengeluaran per kapita per bulan di Kabupaten Garut pada 2022 hanya mencapai Rp150 ribu lebih. Meliputi Rp150 ribu hingga Rp199.999 (19,4 persen), Rp200 ribu hingga Rp299.999 (30,54 persen), pengeluaran Rp300 ribu hingga Rp499.999 (20,77), Rp500 ribu hingga Rp749.999 (17,78 persen), dan Rp750 ribu hingga Rp999.999 (3,1 persen).
Rata-rata pengeluaran per kapita per bulan menurut kelompok komoditas pada 2021 hanya sebesar Rp858.078 atau hanya meningkat sekitar Rp16.975,70 dibandingkan 2020 yang sebesar Rp831.102,30.(zainulmukhtar/jek)
Editor : JakaPermana

