Polisi Sita Ratusan Tramadol
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Cesar Yudistira
INILAH, Bandung - Sore itu, aktivitas di Jalan Suka Rajin I, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, tiba-tiba terhenti oleh kedatangan polisi.
Petugas Satnarkoba Polrestabes Bandung bergerak ke lokasi pada Selasa (1/9) sekitar pukul 15.30 WIB. Sebelumnya, laporan mengenai dugaan peredaran obat-obatan tertentu (OOT) tanpa izin telah diterima dan ditindaklanjuti dengan penyelidikan.
Dari lokasi tersebut, empat orang diamankan. Penggeledahan kemudian menemukan ratusan butir obat keras yang diduga diedarkan tanpa izin resmi.
Barang bukti yang disita terdiri atas 58 butir Tramadol dan 395 butir Trihexyphenidyl. Polisi juga menemukan uang tunai Rp730.000 yang diduga merupakan hasil transaksi penjualan obat-obatan tersebut.
Pengungkapan itu dipimpin langsung Kasat Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Agah Sonjaya. Dari empat orang yang diamankan, polisi menduga salah satunya memiliki peran sebagai penjual. Pelaku tersebut berinisial MFN.
“Salah satu yang diamankan, MFN diduga kuat berperan sebagai penjual,” ungkap Agah, Kamis (10/9).
Bagi polisi, ratusan butir obat yang ditemukan bukan akhir dari penyelidikan. Barang-barang tersebut justru menjadi pintu untuk menelusuri bagaimana obat keras itu bisa beredar hingga ke tangan konsumen.
Satnarkoba Polrestabes Bandung masih memeriksa keempat orang yang diamankan. Penyelidikan diarahkan untuk mengetahui asal pasokan obat sekaligus kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.
Sebab, peredaran obat tanpa izin tidak berhenti pada satu transaksi. Di balik sejumlah pil yang berpindah tangan, ada jalur distribusi yang perlu diurai dari hulu hingga hilir.
Keempat terduga pelaku beserta barang bukti kini telah dibawa ke Markas Satresnarkoba Polrestabes Bandung. Pemeriksaan intensif masih dilakukan untuk mengungkap lebih jauh praktik peredaran obat keras tersebut.
Polisi juga terus mendalami kemungkinan adanya jaringan peredaran lain di wilayah Bandung dan sekitarnya.
(gin)
Editor : Inilahkoran

