Protes Bale Pinton Situ Ciburuy Dibongkar Pemerintah, Seniman dan Budayawan KBB Gelar Upacara Ngalokat Cai
Sejumlah seniman dan budayawan di KBB menggelar acara Ngalokat Cai sebagai bentuk protes dibongkarnya Bale Pinton Ciburuy
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Sebagai bentuk protes pasca dibongkarnya Bale Pinton di Desa Ciburuy, sejumlah seniman dan budayawan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) melaksanakan upacara Ngalokat Cai di kawasan Objek Wisata Ciburuy, Kecamatan Padalarang.
Selain sebagai bentuk protes terhadap Pemprov Jabar, upacara Ngalokat Cai pun merupakan bagian dari budaya lokal selametan air dan bentuk komunikasi kelompok budayawan-seniman terhadap alam, tuhan, dan manusia di sekitar Danau Ciburuy.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menggusur Bale Pinton, yakni tempat ruang pementasan sekaligus tempat latihan pelaku seni-budaya tanpa sepengetahuan mereka.
"Kami budayawan gak bisa koar-koar demo protes seperti yang lain. Aksinya kami kaya gini, bikin kegiatan budaya Ngalokat Cai," kata Abah Nanu salah seorang Budayawan kepada wartawan.
Ia menjelaskan, rangkaian upacara Ngalokat Cai diikuti puluhan paguron pencak silat, penari, dan unsur masyarakat lainnya.
"Kegiatan Ngalokat Cai diawali dengan berdoa, pentas tari tradisional, aksi tarung pendekar pencak silat, menanam pohon dan menebar benih ikan, serta menabur air dari tujuh mata air," jelasnya.
Ia menyebut, sedikitnya ada 7 mata air yang 'dikawinkan' dalam satu gentong, mata air Gua Pawon, Gunung Halimun, Tarengtong, Cikubang, Cisereuh, Cidadap dan Angkrong.
"7 mata air ini sebagai makna bahwa Situ Ciburuy itu hidup dan menghidupi ekosistem sekitar. Air ini bermakna kesucian, maka kesucian air Situ Ciburuy pun musti dijaga," sebutnya.
Ia menilai, upacara adat Ngalokat Cai kali ini bukanlah upacara adat biasa. Menurutnya upacara tersebut digagas penuh konsep dan makna yang tersirat di setiap pertunjukkannya.
"Jika pemerintah hanya memikirkan estetika saja, kami budayawan dan konsep selalu mengkolaborasikan pertunjukkan seni dan konsistensi menjaga kelestarian alam," ujarnya.
Selain 'kawin cai,' sambung dia, masyarakat juga melepas liarkan beberapa ikan sebagai pesan bahwa kehidupan bawah air di Situ Ciburuy harus dijaga dan hidup lestari.
Termasuk, penanaman pohon di bibir danau bermakna sebagai penjaga kadar air di kawasan tersebut.
"Semua pertunjukan ini memiliki pesan tentang konservasi alam. Kami sebagai manusia adalah makhluk hidup sama seperti pohon dan ikan yang juga bergantung pada air," bebernya.
Selanjutnya, tambah dia, upacara adat Ngalokat Cai ditutup dengan pertunjukan pencak silat dengan bertarung di atas danau.
"Dengan digelarnya upacara Ngalokat Cai, kami dari seniman menuntut agar Pemprov Jabar membangun kembali ruang seni kami yakni Bale Pinton," tandasnya. *** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


