Rokok dan Kain Ilegal Rp15 Miliar Dimusnahkan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Rizki Mauludi
INILAH, Bogor- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) A Bogor memusnahkan lebih dari 10 juta batang rokok ilegal serta ratusan kilogram tekstil senilai Rp15 Miliar.
Pemusnahan secara seremonial berlangsung di Kantor Bea Cukai Bogor, Kecamatan Bogor Timur pada Rabu (12/8).
Kepala KPPBC TMP A Bogor, Chotibul Umam memaparkan, barang bukti yang dieksekusi terdiri dari 10.246.013 batang hasil tembakau jenis sigaret berbagai merek yang tidak dilekati pita cukai, serta ada 642 kilogram tekstil atau kain ilegal.
“Bahwa keseluruhan barang yang telah ditetapkan statusnya sebagai Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) ini dimusnahkan dengan cara digiling menggunakan mesin penghancur (shredder) dan dibakar di dalam insinerator,” ungkap Chotibul kepada wartawan.
Chotibul memaparkan, dari banyaknya jumlah barang ilegal yang diamankan, mengakibatkan adanya potensi kerugian negara yang mencapai total menyentuh Rp7 miliar.
“Barang-barang yang dimusnahkan tersebut diperkirakan memiliki nilai barang mencapai Rp15.223.188.305, dengan potensi kerugian negara dari sektor penerimaan cukai sebesar Rp7.646.945.698. Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan fungsi kami sebagai pelindung masyarakat dan fasilitator perdagangan,” tegas Chotibul.
Chotibul menjelaskan, tumpukan jutaan batang rokok ilegal tersebut merupakan hasil akumulasi dari 161 kali penindakan di bidang kepabeanan dan cukai yang digelar sejak Desember 2025 hingga Juli 2026.
“Bea Cukai Bogor sendiri memiliki cakupan wilayah yang terdiri dari 6 Kota dan Kabupaten yaitu Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur,” jelasnya.
Chotibul menuturkan, bahwa penyalahgunaan jasa pengiriman dan penyelundupan via jalur darat menjadi tren utama tahun ini.
Apabila dipetakan dari penindakan Januari sampai Juli 2026, modusnya cukup merata, tapi penyalahgunaan jasa ekspedisi pengiriman barang dan operasi jalur darat antarkota menjadi tren yang paling menonjol.
“Selain itu, kami juga gencar melakukan operasi pasar bersama teman-teman Satpol PP, TNI, dan Polri untuk menyisir peredaran ecerannya di warung-warung,” tuturnya. (bsf)
Editor : Inilahkoran

