Ruas Jalan Penghubung KBB-Cianjur di Gununghalu KBB Belum Pulih, Warga dan Aparat Wilayah Terapkan Sistem Buka Tutup

Selama hampir dua pekan ruas jalan penghubung Kabupaten Bandung Barat-Cianjur di Kampung Tugu, RT 01/05, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu yang rusak diterjang longsor belum pulih.

Ruas Jalan Penghubung KBB-Cianjur di Gununghalu KBB Belum Pulih, Warga dan Aparat Wilayah Terapkan Sistem Buka Tutup
Pasalnya, meski jalan sudah terbuka lantaran material longsor sudah dievakuasi. Namun, para pengendara mesti bersabar bergiliran saat melintas di ruas jalan tersebut. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Selama hampir dua pekan ruas jalan penghubung Kabupaten Bandung Barat-Cianjur di Kampung Tugu, RT 01/05, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu yang rusak diterjang longsor belum pulih.

Pasalnya, meski jalan sudah terbuka lantaran material longsor sudah dievakuasi. Namun, para pengendara mesti bersabar bergiliran saat melintas di ruas jalan tersebut.

"Kendaraan yang harus bergiliran melintas di ruas jalan yang longsor tersebut, yakni kendaraan yang tonase besar seperti truk dan mobil karena getarannya bisa menyebabkan longsor susulan," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD KBB, Meidi saat dihubungi.

Sehingga, kendaraan yang melintasi jalan tersebut bakal melewati sistem tutup buka. Namun ada warga dan aparat kewilayahan yang bersiaga untuk mengatur kendaraan.

"Untuk perbaikan ruas jalan tersebut, kata dia, hingga saat ini masih dalam tahap kajian oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, sehingga proses perbaikan jalan itu belum dilaksanakan," ujarnya.

Sementara itu, untuk penanganan darurat pihaknya memastikan sudah dilaksanakan terutama evakuasi material longsor yang cukup tebal dengan menggunakan alat berat dan dibantu warga setempat.

"Untuk perbaikan jalan prosesnya masih lama, karena belum ditentukan apakah mau langsung sama PUTR KBB atau sama provinsi karena domainnya ada di mereka," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas PUTR KBB Mochamad Ridwan mengungkapkan sebelum memperbaiki ruas jalan yang patah sepanjang 50 meter itu, pihaknya bakal melakukan kajian untuk memastikan kekuatan tanah agar tidak kembali longsor ketika turun hujan deras.

"Badan jalan yang patah maupun terancam amblas akan dibangunkan kembali," ungkapnya.

Sebelum pembangunan, terang Ridwan, konstruksi harus diketahui dahulu kedalaman lapisan tanah kerasnya, sehingga perlu dilakukan kajian.

"Kami bersama tim konsultan sudah datang ke lokasi kejadian dengan membawa alat sordir dan theodolit untuk mengetes titik tanah keras," kata Ridwan.

Sebelumnya, ruas jalan yang terdampak longsor pada 14 Mei 2024 tersebut kondisinya patah hingga sebagian badan jalan masuk ke dalam jurang, sehingga akibat kejadian itu akses warga masih terhambat. (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani