Sakit Tak Kunjung Sembuh Meski Sudah ke Dokter? Buya Yahya: Jangan Langsung Tuding Santet!
Buya Yahya menjelaskan soal sakit yang tak kunjung sembuh dan sering dikira kena santet
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Pernahkah Anda mengalami kondisi di mana tubuh terasa sangat sakit, tetapi hasil pemeriksaan medis menunjukkan semuanya normal?
Meski sudah bolak-balik ke dokter, rasa sakit itu tak kunjung reda. Dalam kebingungan, sebagian orang mungkin tergoda mencari solusi nonmedis, seperti pergi ke dukun.
Apalagi, jika dukun tersebut menyatakan bahwa penyebab sakit itu adalah santet kiriman seseorang.
Lalu, bagaimana sebenarnya pandangan Islam terhadap fenomena seperti ini?
Dalam sebuah ceramah di kanal YouTube Al Bahjah TV, Buya Yahya menyampaikan pesan penting bagi umat Islam. Ia menegaskan agar tidak melibatkan dukun dalam urusan kesehatan. Menurutnya, kekuatan dukun tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan Allah dan keutamaan dzikir.
“Dukun tidak punya kekuatan dibandingkan dengan firman-firman Allah. Anda kan punya dzikir, punya wirid, tidak akan tembus itu semua,” kata Buya Yahya.
Ia mengingatkan bahwa mempercayai ucapan dukun, terlebih jika menyebut seseorang sebagai pelaku santet, hanya akan menumbuhkan prasangka buruk atau suudzon terhadap orang lain. Hal ini bisa merusak hubungan sosial dan menimbulkan kebencian yang tidak berdasar.
“Yang repot itu urusannya jadi ke orang lain, dikit-dikit kita suudzon. Tokonya nggak laku, sebelnya karena hati kita kotor,” ujarnya.
Buya Yahya mengajak masyarakat untuk menyikapi rasa sakit secara rasional dan tetap mengikuti jalur medis. Bila hasil pemeriksaan menyatakan tidak ada penyakit, maka itu patut disyukuri. Kalaupun penyebabnya belum ditemukan, jangan terburu-buru menyalahkan pihak lain.
“Jika Anda sakit, jangan dihubung-hubungkan dengan dikerjain orang. Pergilah ke medis yang wajar. Kalau dibilang tidak sakit, Alhamdulillah, atau sakitnya belum diketahui,” jelasnya.
Daripada mempercayai hal-hal gaib yang tidak pasti, umat Islam dianjurkan untuk kembali kepada ajaran Rasulullah SAW, memperkuat keimanan dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an seperti Ayat Kursi, surat-surat pendek, dan memperbanyak dzikir.
“Jangan berurusan dengan dukun-dukun. Anda punya Allah, punya Ayat Kursi, surat-surat pendek, surat An-Nas yang diajarkan oleh Nabi,” tegas Buya Yahya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya membersihkan hati dari prasangka buruk dan senantiasa melakukan introspeksi diri. Bisa jadi, bukan orang lain yang membuat kita sakit, melainkan karena hati kita yang belum bersih dari iri, dengki, atau keluh kesah berlebihan.
“Anda tidak usah berprasangka buruk terhadap seseorang, karena sudah mengarah dikerjain sama orang. Itu adalah hati yang kotor,” tuturnya. “Anda punya iman, jika merasa didzalimi, tata hati kita,” pungkas Buya Yahya.
Editor : Firda Rachmawati


