Satpol PP Kota Bandung Tingkatkan Patroli Malam Cegah Perang Sarung saat Ramadan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menegaskan, larangan tegas terhadap praktik perang sarung yang kerap terjadi di kalangan remaja.

Satpol PP Kota Bandung Tingkatkan Patroli Malam Cegah Perang Sarung saat Ramadan
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi/INILAHKORAN-Yogo Triastopo

INILAHKORAN.ID - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menegaskan, larangan tegas terhadap praktik perang sarung yang kerap terjadi di kalangan remaja selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut, berpotensi membahayakan keselamatan dan tidak boleh dilakukan.

“Tidak boleh melakukan perang sarung. perang sarung yang menggunakan ujung sarung diisi gir atau benda keras lainnya itu sangat berbahaya, dan bisa merusak serta melukai,” kata Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, Jumat 20 Februari 2026.

Menurut ia, perang sarung yang awalnya dianggap sebagai permainan tradisional kini sering berubah menjadi aksi kekerasan. Modifikasi sarung dengan memasukkan benda keras seperti gir sepeda, batu atau logam di bagian ujungnya dapat menyebabkan luka serius bahkan membahayakan nyawa.

Larangan tersebut, dikemukakan ia merupakan bagian dari upaya Satpol PP menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat selama Ramadan sehingga suasana ibadah tetap kondusif dan nyaman bagi semua warga.

perang sarung yang menggunakan ujung sarung diisi gir atau benda keras lainnya itu sangat berbahaya, dan bisa merusak serta melukai sehingga tidak boleh dilakukan,” ucapnya.

Bambang menambahkan, Satpol PP Kota Bandung bersama unsur kewilayahan akan melakukan patroli dan pengawasan rutin setiap malam. Terutama di lokasi-lokasi yang disinyalir menjadi titik kumpul remaja, dan rawan terjadi pelanggaran ketertiban umum.

“Itu beberapa larangan yang harus kami tertibkan. Setiap malam kami melakukan pengawasan, terutama terhadap tempat-tempat yang disinyalir melakukan pelanggaran. Masyarakat diimbau untuk mematuhi larangan ini, dan mengingatkan anak-anak atau remaja agar tidak melakukan perang sarung, sehingga Ramadan bisa berlangsung aman dan damai," ujar dia.


Editor : JakaPermana