Satu Orang Warga Dinyatakan Meninggal Dunia Akibat Keracunan Massal di Gununghalu
Seorang warga Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang menjadi korban keracunan massal
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Seorang warga Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang menjadi korban keracunan massal usai menyantap nasi kotak usai kegiatan keagamaan dikabarkan meninggal dunia.
Warga Cilangari Gununghalu KBB tersebut dipastikan meninggal dunia saat mendapat penanganan dari tim medis di RSUD Cililin, pada Senin 13 Februari 2023 malam.
"Meninggalnya malam tadi di RSUD Cililin atas nama H. Rahmat warga Kampung Cilangari RW 11," ujar Kepala Desa Cilangari, Sobana saat dihubungi, Selasa 14 Februari 2023.
Ia menyebut, dari hasil pendataan yang dilakukannya pihaknya, tercatat ada 83 orang yang diduga mengalami keracunan usai menyantap nasi kotak usai peringatan Isra Miraj di Masjid As-Saniyah, Sabtu 11 Februari 2023.
"Besoknya, almarhum ini sempat mendapat pertolongan pertama dengan cara diinfus. Bahkan, sempat membaik dan bisa dirawat dikediamannya," sebutnya.
Kendati demikian, kondisinya kembali parah, sehingga pihak keluarga membawa almarhum ke Puskesmas Gununghalu sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Cililin, pada Senin 13 Februari kemarin.
"Di rumah sakit masuk ICU dan nyawanya gak tertolong. Beliau meninggal kurang lebih jam 11 malam," ujarnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, korban merupakan tokoh masyarakat yang dikenal dermawan. Sehingga, karena beliau merupakan tokoh masyarakat, suasana di rumah duka pun dipenuhi oleh pelayat.
"Beliau salah satu tokoh masyarakat. Orangnya dikenal sebagai orang yang dermawan. Rencananya akan dimakamkan hari ini," ujarnya.
Ia pun mengungkapkan, dengan adanya peristiwa ini dirinya dan masyarakat Kampung Cilangari sepakat menganggap kejadian ini merupakan sebuah musibah.
"Kami sepakat menganggap ini sebagai musibah. Mudah-mudahan tidak ada lagi korban," ungkapnya. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti


