Sempat Menuju Bandara, Arya Daru Ubah Tujuan ke Kantor Kemlu Sebelum Ditemukan Tewas

Polisi mengungkap fakta baru terkait detik-detik terakhir kehidupan Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu)

Sempat Menuju Bandara, Arya Daru Ubah Tujuan ke Kantor Kemlu Sebelum Ditemukan Tewas
Arya Daru Ubah Tujuan ke Kantor Kemlu Sebelum Ditemukan Tewas

INILAHKORAN -  Polisi mengungkap fakta baru terkait detik-detik terakhir kehidupan Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), yang ditemukan meninggal dunia pada 8 Juli 2025. 

Berdasarkan hasil penyelidikan, Arya sempat memesan taksi menuju Bandara Soekarno-Hatta, namun mengubah arah dan akhirnya menuju Gedung Kemlu Jakarta pada 7 Juli 2025.

Informasi ini disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Wira Satya Triputra, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya.

Ditemani Dua Rekan Sebelum Perjalanan
Sebelum insiden tragis tersebut, Arya diketahui mengunjungi Mal Grand Indonesia bersama dua rekan kantornya, Vara dan Dion. 

Mereka terlihat berbelanja bersama melalui rekaman CCTV yang telah dikaji oleh penyidik. Usai kegiatan di pusat perbelanjaan itu, Arya memesan taksi.

“Terkait kedua rekannya, sudah kami periksa. Untuk soal hubungan personal korban, kami tidak dapat mengungkap karena menyangkut privasi,” ujar Wira kepada media.

Perubahan arah tujuan perjalanan Arya dari bandara ke kantor Kemlu menimbulkan tanda tanya. Polisi masih terus mendalami alasan di balik keputusan mendadak tersebut.

Penyebab Kematian Dipastikan karena Bunuh Diri
Setelah melakukan penyelidikan selama tiga pekan, pihak kepolisian memastikan bahwa Arya Daru meninggal dunia akibat bunuh diri. Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan bahwa korban mengalami gangguan pernapasan akibat tersumbatnya saluran pernapasan bagian atas, yang menyebabkan kegagalan pertukaran oksigen.

“Penyebab kematian korban adalah gangguan pada pertukaran oksigen dari saluran napas atas,” ungkap Wira Satya.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar indekosnya, dengan wajah dan kepala terlilit lakban kuning. Penemuan ini sempat menimbulkan spekulasi luas di masyarakat hingga akhirnya kepolisian memberikan penjelasan resmi.

Dalam proses penyelidikan, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan berbagai lembaga terkait. Konferensi pers dihadiri oleh perwakilan dari Puslabfor, Pusident Bareskrim Polri, Direktorat Siber, tim dokter forensik dari RSCM, hingga Asosiasi Psikolog Forensik (Apsifor).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh aspek kasus ditangani secara profesional dan ilmiah, guna memberikan kejelasan yang dapat diterima oleh publik maupun pihak keluarga.


Editor : Firda Rachmawati