Si Gila Kvaratskhelia
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 di ajang Piala Super Eropa dengan Kvicha Kvaratskhelia kembali mempertontonkan performa ‘gila’.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Di Salzburg, Kamis (13/8) dini hari WIB, Kvaratskhelia telah kembali menunjukkan sebuah identitas klasik sepak bola. Kaus kaki yang sengaja dipakai melorot hingga ke mata kaki, pelindung tulang kering yang kecil, serta rambut yang sedikit acak-acakan. Dialah, pembunuh berdarah dingin nan mematikan.
Ketika peluit sepak mula dibunyikan, sorot lampu stadion seolah-olah hanya tertuju pada dirinya.
Terlebih bagi Kvaratskhelia, pertandingan ini memiliki makna emosional yang jauh lebih dalam daripada sekadar perebutan trofi pembuka musim.
Bagi banyak bintang sepak bola global, musim panas kemarin merupakan panggung pembuktian diri di turnamen akbar internasional.
Namun tidak bagi Kvaratskhelia. Langkah tim nasional Georgia yang absen dari perhelatan Piala Dunia membuat sang “Penyihir Georgia” terpaksa menyaksikan kemeriahan tersebut dari kejauhan.
Di saat rekan-rekannya di PSG berjuang demi kehormatan negara dan memburu trofi Ballon d’Or, Kvaratskhelia justru mengasingkan diri, merawat kebugaran tubuh, serta menata ulang ambisinya dalam keheningan libur musim panas.
Banyak yang mengira masa jeda yang panjang akan menumpulkan sentuhannya.
Namun yang terjadi di Salzburg justru sebaliknya.
Kvaratskhelia kembali ke lapangan hijau dengan rasa lapar yang berlipat ganda, siap merebut kembali panggung utama yang sempat beralih darinya.
Momen pembuktian itu pun tiba pada menit ke-20.
Menerima umpan matang dari Désiré Doué di sisi kiri pertahanan Aston Villa, Kvaratskhelia melakukan gerakan khasnya: tusukan tajam ke area dalam kotak penalti.
Pemain bertahan Villa mencoba menutup ruang, sementara kiper Marco Bizot mulai bergeser mengantisipasi arah bola. Namun sebelum Bizot sempat memantapkan posisi berdirinya, Kvaratskhelia melepaskan sebuah tembakan keras yang meluncur deras menghujam tiang dekat.
Gol tersebut bukan sekadar angka pemecah kebuntuan di papan skor. Itu adalah sebuah pernyataan dari seorang seniman lapangan hijau yang terlupakan selama musim panas.
Gol itu sekaligus menahbiskan dirinya sebagai pemain asal Georgia pertama dalam sejarah yang mampu mencetak gol di ajang Piala Super Eropa.
Melalui lesatan itu pula, ia membantu Les Parisiens memperpanjang rekor klub yang selalu mencetak gol dalam 29 pertandingan beruntun di semua kompetisi.
Meskipun Aston Villa sempat menyamakan kedudukan melalui striker remaja Brian Madjo, dan keunggulan PSG akhirnya dikunci oleh gol penentu Désiré Doué pada babak kedua, kontribusi Kvaratskhelia tetap menjadi ruh dari permainan Paris Saint- Germain.
Ia membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pemain pelengkap yang malas; ia adalah roda penggerak yang bekerja tanpa lelah dalam skema taktik counterpress Luis Enrique, aktif memburu bola, dan mengorbankan egonya demi kemenangan kolektif.
“Dia pemain yang istimewa. Saya tak mengatakan dia tak tergantikan tapi posisinya di tim ini sangatlah krusial. Dia terus membuktikannya,” ungkap Enrique usai laga.
Ini menjadi gelar juara Piala Super Eropa kedua PSG sepanjang sejarah. Pasukan Luis Enrique mempertahankan titel yang pertama kali mereka menangkan pada 2025.
Meski back to back juara, Luis Enrique sebagai pelatih, justru tidak terkejut. Enrique menyamakan laga melawan Villa dengan Tottenham Hotspur tahun lalu. Enrique mengenal betul kualitas pemain-pemain hebatnya.
“Saya tidak terkejut karena saya mengenal para pemain dengan sempurna. Seperti tahun lalu: rumit,” kata Enrique usai laga PSG vs Aston Villa, dilansir dari L’Equipe.
“Namun kami menderita lebih sedikit daripada tahun lalu [melawan Tottenham, 2-2, 4-3 melalui adu penalti], kami mengontrol permainan dengan lebih baik. Saya pikir kami perlu menyoroti apa yang dilakukan tim setelah hanya beberapa hari latihan singkat,” ujarnya. (bsf)
DATA FAKTA
Waktu: Kamis (13/8) ; Kick Off Pukul 02.00 WIB
Tempat: Salzburg
Wasit: Artan O.A
Man of the Match: Khvicha Kvaratskhelia
Pencetak Gol: PSG (Kvaratskhelia 20', Doue 61') ; Aston Villa (Madjo 45') Kartu Kuning: PSG (-) ; Aston Villa (Torres, Gomes, McGinn)
Kartu Merah: -
SUSUNAN PEMAIN Paris Saint-Germain: Matvey Safonov (GK); Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes (Lucas Hernandez 75'); Joao Neves (Fabian Ruiz 75'), Vitinha, Warren Zaire-Emery; Maghnes Akliouche (Ousmane Dembele 46'), Desire Doue (Senny Mayulu 87'), Khvicha Kvaratskhelia (Ilya Zabarnyi 88')
Aston Villa: Marco Bizot (GK); Matty Cash, Victor Lindelof, Pau Torres (Tyrone Mings 79'), Ian Maatsen; John McGinn (Alysson 72'), Joao Gomes, Boubacar Kamara (Lamare Bogarde 72'), George Hemmings; Emiliano Buendia, Brian Madjo (Tammy Abraham 72')
Editor : Inilahkoran


