SMA KTB Jajaki Penerimaan Siswa Asing

SMA KTB Jajaki Penerimaan Siswa Asing
SAMPAIKAN KETERANGAN: Kepala Biro PID Divisi Humas Polri Brigjen Pol Saptono Erlangga Waskitoroso memberikan keterangan kepada wartawan.(ANTARA/LAILY RAHMAWATY)

INILAH, Jakarta - Sekolah itu tak hanya disiapkan untuk mencetak generasi unggul dari dalam negeri. Dari kawasan Gunung Sindur, Jawa Barat, SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) mulai membuka kemungkinan untuk menyambut siswa dari berbagai negara.

Polri sedang menjajaki peluang penerimaan warga negara asing untuk menempuh pendidikan di SMA KTB. Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan sekolah bertaraf global atau world school.

Kepala Biro Watpres SDM Polri Inspektur Jenderal Polisi Budhi Herdi Susianto mengatakan, pihaknya mendapat petunjuk untuk menjajaki kerja sama sekaligus peluang penerimaan siswa asing.

“Atas petunjuk dan perintah pimpinan, kami juga akan menjajaki SMA Kemala Taruna Bhayangkara ini untuk bisa bekerja sama dan juga bisa menerima siswa-siswa dari warga negara asing,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (28/9).

Wacana itu dibahas dalam peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA KTB yang dipimpin Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Deddy Prasetyo pada Senin pagi.

Rencana penerimaan siswa asing nantinya diprioritaskan bagi mitra Polri, atase kepolisian, maupun diplomat yang berada di Indonesia. Kehadiran mereka diharapkan turut memperkuat status SMA KTB sebagai sekolah bertaraf global.

“Dengan demikian, status world school yang melekat di SMA KTB ini memang benar-benar terbuka untuk umum,” ujar Budhi.

Penjajakan akan dilakukan dalam waktu dekat. Polri berencana menggelar coffee morning bersama sejumlah atase kepolisian untuk membicarakan kemungkinan penerimaan siswa asing pada tahun ajaran 2027–2028.

Budhi mengatakan, pembahasan tersebut masih berada pada tahap penjajakan. Polri akan melihat kemungkinan siswa dari negara sahabat, khususnya yang berasal dari keluarga atase kepolisian maupun diplomat, bersekolah di SMA KTB.

Namun, ada perbedaan dalam skema pembiayaan. Siswa asing yang nantinya diterima tidak akan memperoleh beasiswa seperti siswa Indonesia.

“Kalau nanti kami jadi menerima siswa warga negara asing tentunya mereka tidak beasiswa. Beasiswa hanya diberikan kepada warga negara Indonesia yang akan kami didik di SMA Kemala Taruna Bhayangkara,” kata Budhi.

SMA KTB sendiri merupakan sekolah berasrama yang berada di kawasan Gunung Sindur, Jawa Barat. Sekolah ini menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB), dengan konsep pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan akademis.

Potensi intelektual, sosial, dan emosional siswa turut dikembangkan secara holistik. Pendidikan juga dibangun melalui penanaman 12 karakter kebhayangkaraan.

SMA KTB menjadi bagian dari program sekolah unggulan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Sekolah tersebut membawa misi mencetak generasi unggul dari Sabang sampai Merauke. (gin)


Editor : Inilahkoran