Sikapi Kisruh SPMB 2026, Zaini Shofari Sebut Harusnya Sosok Ini Dicopot Dedi Mulyadi

Gubernur Dedi Mulyadi mencopot Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Suhendar.

Sikapi Kisruh SPMB 2026, Zaini Shofari Sebut Harusnya Sosok Ini Dicopot Dedi Mulyadi
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Gubernur Dedi Mulyadi mencopot Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Suhendar, buntut kisruh Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Zaini Shofari justru menilai, yang harusnya dicopot Dedi Mulyadi bukan Suhendar, melainkan Kepala Disdik Jabar, Purwanto karena sebagai penanggungjawab penuh.

Tikomdik Disdik Jabar lanjut Zaini, hanya pelaksana teknis dari kebijakan yang diambil. Di mana kepalanya yang bertanggungjawab penuh terhadap segala tindak-tanduk dalam internal Disdik.

"Saya pikir (Tikomdik) itu bagian dari teknis ya. Teknis dari sebuah kebijakan. Yang bikin kebijakan itu Pak Gubernur, pada tingkatan aplikator tentu kan di situ ada anak buahnya, kadis-kadisnya," ujar Zaini saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Rabu (10/6/2026).

Zaini menekankan, pencopotan atau pergantian pejabat teknis memang menjadi kewenangan Gubernur, namun perlu dicatat bahwa Tikomdik hanyalah bagian kecil dari keseluruhan kebijakan.

“Sekarang pertanyaan saya, seberapa tangguh Dinas Pendidikan menghadapi masalah yang dibikin oleh dirinya? Tentu disini kalau harus jadi pahlawan tentu harus membuktikan. Jadi maksud saya, kalaupun itu dicopot, diganti ataupun istilahnya, silahkan itu menjadi kewenangan Gubernur. Tapi sebuah catatan saya, tentu tidak serta-merta bagian Tikomdik ya, itu hanya bagian kecil saja dari wilayah sebuah kebijakan. Dari kebijakan yang lebih besar tentunya yang harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Maka dari itu, ia menilai sosok yang paling layak diganti adalah Purwanto dari posisi Kepala Disdik Jabar, lantaran kelalaian Tikomdik merupakan tanggungjawabnya.

Selain menyoroti pencopotan, Zaini juga menyinggung evaluasi SPMB 2026 yang dilakukan setelah beraudiensi dengan siswa dan pihak Disdik Jabar. 

Menurutnya, Disdik dan Tikomdik Jabar berkomitmen untuk memperbaiki sistem pendaftaran, agar tidak terjadi masalah serupa di masa depan.

“Kemarin Dinas Pendidikan, terus pemegang aplikatornya, Tikomdik berjanji tidak akan ada lagi masalah dalam sistem pendaftaran di PCMB dalam SPMB 2026. Mereka berjanji akan melakukan perbaikan agar SPMB ini berjalan baik,” pungkasnya.***


Editor : JakaPermana