Soroti Fasilitas Publik di Soreang, DPRD Kabupaten Bandung Minta Evaluasi Tata Ruang
Buruknya fasilitas publik di kawasan ibu kota Kabupaten Bandung, Soreang mendapat sorotan anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PKS Dadang Suryana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Buruknya fasilitas publik di kawasan ibu kota Kabupaten Bandung, Soreang mendapat sorotan anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi PKS Dadang Suryana.
Dadang mengakui kondisi tersebut merupakan realitas yang terjadi di lapangan dan tidak bisa disangkal. Dia menilai pemerintahan daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan, khususnya dalam aspek tata ruang.
“Perubahan fungsi lahan semakin masif, sementara ruang terbuka hijau dan daerah resapan air justru terus berkurang,” kata Dadang, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan tata ruang menjadi salah satu faktor utama. Pembangunan perumahan dan kawasan komersial dinilai kerap mengabaikan daya dukung lingkungan serta sistem drainase.
“Jika ini dibiarkan, dampaknya langsung dirasakan masyarakat berupa banjir, genangan air, hingga kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Dadang menegaskan pentingnya penegakan aturan tata ruang secara tegas agar setiap pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Pembangunan, lanjutnya, tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik, tetapi juga harus menjaga keseimbangan lingkungan.
Memasuki musim hujan, persoalan banjir kembali muncul di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung. Dadang mengungkapkan ada tiga persoalan utama yang memicu kondisi tersebut, yakni menyempit dan dangkalnya saluran air, buruknya pengelolaan sampah, serta berkurangnya daya serap air akibat pembangunan yang tidak terkendali.
Selain itu, dia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke selokan dan sungai. Namun, menurutnya, persoalan ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat.
“Pemerintah juga harus hadir dengan sistem pengelolaan sampah dan drainase yang baik serta pengawasan pembangunan yang konsisten,” ujarnya.
Dadang berharap ke depan pembangunan di Kabupaten Bandung mampu memberikan kesejahteraan tanpa menimbulkan risiko bencana, termasuk banjir yang dinilai seharusnya bisa dicegah sejak awal.
Editor : Doni Ramdhani
