Soroti Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan, Sonya Fatmala Minta Jangan Sepelekan Kesehatan Mental
Ketua P2TP2A KBB Sonya Fatmala menyoroti banyaknya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Gununghalu KBB beberapa waktu lalu
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kampung Celak Kidul RT 03/08, Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan di Brebes turut menjadi sorotan ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) KBB, Sonya Fatmala.
Sonya Fatmala yang juga istri Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan tersebut, mengaku sedih melihat kasus yang terjadi di wilayahnya.
"Sedih banget, makanya untuk itu kita ini sebagai seorang ibu tugasnya itu tidak mudah," kata Sonya Fatmala kepada wartawan, Selasa 22 Maret 2022.
Baca Juga: Keutamaan Sholat Berjamaah di Masjid, Ustadz Syafiq Riza Basalamah: Sahabat Rasulullah Mencontohkan
Menurutnya, seorang perempuan harus tahu bagaimana caranya menjadi ibu rumah tangga yang wara dan menjadi istri yang baik untuk suami.
"Bahkan dengan beberapa pekerjaan lain seperti kita, bunda harus bisa menjalankannya dengan baik," tuturnya.
Oleh karenanya, sambung dia, perempuan sekarang harus bisa menghargai kesehatan mental dan tidak boleh menyepelekannya.
"Jadi misalnya ada temuan tetangga atau saudara yang memang memerlukan pertolongan terkait dengan depresi, bunuh diri, atau sesuatu hal yang mungkin dia pendam itu harus betul-betul kita memberikan tempat atau wadah yang tepat," bebernya.
Baca Juga: Sebanyak 40 Pengacara Siap Kawal SIdang Bahar bin Smith
Seperti, kata dia, dengan membawanya ke psikolog atau psikiater ataupun didampingi pihak-pihak yang memang berwenang lantaran zaman sekarang menjadi problematika yang dihadapi dewasa ini.
Selain itu, anak-anak remaja seperti yang duduk dibangku SMP atau SD yang putus cinta saja sekarang sudah ada niat ingin bunuh diri.
"Makanya terkait dengan kesehatan mental ini kita harus bisa hadapi dengan sebaik mungkin," ujarnya.
Ia pun berpesan, pergi ke psikolog atau psikiater itu tidak harus menunggu ketika diri pribadi stres. Bahkan, ketika ada masalah dan bukan aib kalau sudah ada gejala cemas berlebih segera konsultasikan dengan orang yang ahli di bidang tersebut.
Baca Juga: Ini Alasan JPU Kejati Jabar Gelar SIdang Bahar bin Smith Secara Online
"Kita sekarang bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) KBB tengah merancang program terkait kesehatan mental dan juga gerakan perlindungan perempuan dan anak namanya itu GEPRAK," bebernya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan kajian lagi dan akan berkolaborasi dengan psikolog anak.
"Mudah-mudahan ini menjadi salah satu upaya kami terkait bagaimana caranya agar bisa mewadahi para korban kekerasan di KBB dan juga akhirnya bisa menekan angka angka kekerasan seksual di KBB," pungkasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


