Soroti Tingginya Beban Biaya Transportasi di Bekasi, Dedi Mulyadi Dorong Transportasi Publik
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti tingginy abeban transportasi di Kabupaten Bekasi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyoroti tingginya beban biaya transportasi, di Kota bekasi. Dimana berdasarkan hasil survei biaya hidup yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, biaya transportasi di Kota bekasi paling tinggi se-Indonesia.
Biaya transportasi yang diperlukan sebulan di Kota bekasi, mencapai Rp1.918.142 atau setara dengan 14,02 persen dari total pengeluaran masyarakat disana.
Sebab itu kata Dedi, perlu didorong untuk dibangunnya transportasi publik. Tentunya antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, berkolaborasi dalam pembangunan infrastrukturnya.
Sebab menurutnya, pembangunan transportasi publik harus terintegrasi pula dengan kabupaten/kota sekitar, antaranya Kota bekasi, Kabupaten bekasi, Kabupaten Karawang, Kota Bogor, Purwakarta dan Kabupaten Bogor.
"Nanti saya akan bicara ke Pak Bupati bekasi, ke Wali Kota bekasi, Bupati Bogor juga fiskalnya tinggi. Ke Bupati Karawang untuk segera membangun sistem transportasi publik lingkungan," ujar Dedi di Kota Bandung baru-baru ini.
Contohnya kata dia, di kawasan Bandung Raya dengan transportasi publik bus rapid transit (BRT) Metro Jabar Trans (MJT), yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.
"Nah, nanti di situ Karawang, bekasi, Bogor, Depok. Itu nanti satu rancangan termasuk Purwakarta. Itu satu rancangan transportasi publik," ucapnya.
Sehingga diharapkannya, dalam jangka panjang persoalan transportasi ini dapat selesai di Jawa Barat.
"Jadi, dalam jangka panjang maka keluhan tadi bisa selesai, Tetapi itu nanti harus bersama. Jadi investasinya, investasi bersama gubernur dengan para bupati, wali kota. Itu menjadi prioritas kami ke depan," kata dia.
Pelaksanaan pembangunan transportasi publik di kawasan bekasi dan sekitarnya ini lanjut Dedi, sudah dapat direncanakan di 2026 dan direalisasikan antara 2027-2028.
"Ya, kami targetkan perencanaannya 2026 kan. Realisasinya bisa di 2027-2028, kan bisa bertahap. Kan hari ini, konsentrasi kita hari ini adalah infrastruktur pendidikan, infrastruktur jalan, infrastruktur air yaitu, jaringan-jaringan sungai yang harus terbenahi dengan baik karena itu ancaman bagi banjir," terangnya.
Sebab itu kata dia, pembangunan transportasi publik di Jabar baru dapat dilakukan di kisaran 2027 mendatang.
"Setelah ini, saya lihat 2026 selesai, maka 2027 kita sudah akan mengarah pada transportasi publik," tandasnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti


