Sudah Seminggu Kasusnya Masih Gelap, Siapa Pembunuh Ssiwa SMK Bina Teknologi Bogor?

Sudah lebih seminggu terjadi, tapi Polsek Cibinong maupun Polres Bogor belum berhasil mengungkap kasus tawuran yang menewaskan Ahmad Rafy Al Hakim.

Sudah Seminggu Kasusnya Masih Gelap, Siapa Pembunuh Ssiwa SMK Bina Teknologi Bogor?

INILAHKORAN, Cibinong – Sudah lebih seminggu terjadi, tapi Polsek Cibinong maupun Polres Bogor belum berhasil mengungkap kasus tawuran yang menewaskan Ahmad Rafy Al Hakim.

Ahmad Rafy Al Hakim (17), adalah siswa SMK Bina Teknologi Bogor. Dia meninggal dunia akibat tawuran pelajar di Jalan SKB Kandang Roda, Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin 9 September 2024 lalu.

Tawuran itu sendiri terjadi pada Senin sore sekitar pukul 15.30 WIB. Dua kelompok pelajar berkelahi sehingga mengakibatkan Ahmad Rafy Al Hakim meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Cibinong, AKP Yuni Pangestu menuturkan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk selanjutnya bisa menangkap menangkap  pelaku pembunuhan pelajar SMK Bina Teknologi, Ahmad Rafy Al Hakim.

“Kami saat ini masih lakukan penyelidikan kasus tersebut,” kata Yuni Pangestu kepada wartawan di Cibinong, Selasa 17 September 2024.

Yuni Pangestu menyebutkan kendala yang dihadapi adalah karena yang melakukan aksi tawuran merupakan gabungan dari beberapa sekolah.

Kapolsek Cibinong, Kompol Waluyo, tak lama setelah peristiwa itu terjadi, mengungkapkan korban Ahmad Rafy Al Hakim pertama kali ditemukan petugas keamanan Kemensos STIS, Syamsudin.

Saat itu, Syamsudin sedang melakukan patroli di lokasi kejadian. Dia mendengar ada keributan di luar pagar.

Saat menghampiri lokasi, ia melihat sekelompok pelajar diduga baru saja terlibat tawuran. Korban Ahmad Rafy Al Hakim ditemukan tergeletak di selokan dengan luka tusuk di bagian perut.

Ahmad Rafy Al Hakim sempat dilarikan ke RS Aysha. Namun, petugas rumah sakit menyatakan korban sudah meninggal dunia.

Polisi segera melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan mengecek kondisi korban di RS Aysha.

Sejumlah saksi, termasuk Syamsudin dan Abdul Hadi, teman korban, telah dimintai keterangan. Jenazah korban pun dibawa ke rumah duka di Perumahan BKP 3, Kelurahan Karadenan.

Kapolsek Cibinong juga menegaskan pihak kepolisian akan menindak tegas pelaku tawuran yang menyebabkan hilangnya nyawa korban, dan menghimbau kepada pihak sekolah serta orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap para pelajar. (*)


Editor : Zulfirman