Tabrakan Maut Dua Kendaraan: Jejak Tragis Jalan Jamanis

KECELAKAAN maut terjadi di Jalan Raya Jamanis, Tasikmalaya. Empat korban meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.

Tabrakan Maut Dua Kendaraan: Jejak Tragis Jalan Jamanis
TABRAKAN MAUT: Warga mencoba mengevakuasi penumpang minibus yang terperosok ke kolam setelah bertabrakan dengan truk Colt Diesel.

Oleh: N Nurohman

Siang baru saja beranjak ketika suara benturan mengoyak ketenangan Jamanis. Kadar yang mendengarnya langsung, bergegas mencari sumber suara. Di ujung pandangannya, dua kendaraan telah ringsek dalam kecelakaan maut.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Jamanis, wilayah Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (17/8) sekitar pukul 13.30 WIB. Sebuah minibus Daihatsu Gran Max dan truk Colt Diesel bertabrakan hingga membuat kedua kendaraan mengalami kerusakan parah.

Truk terguling di tepi jalan dengan bagian kabin hancur dan mengeluarkan kepulan asap. Sementara Gran Max terbalik, meluncur ke sisi jalan, lalu tercebur ke kolam milik warga.

Dalam sekejap, suasana berubah. Warga yang berada di sekitar lokasi berhamburan mendekat. Sebagian bahkan turun ke kolam untuk menyelamatkan penumpang Gran Max yang masih terjebak di dalam kendaraan yang sebagian besar terendam air.

Kadar masih mengingat bagaimana suara benturan itu tiba-tiba muncul di tengah jalan yang menurutnya relatif sepi.

"Tadi jalanan sedang lumayan kosong, tiba-tiba saya mendengar suara ledakan keras. Setelah dicek ke lokasi, ada truk ringsek di badan jalan. Ternyata lawannya (minibus Gran Max) sudah masuk ke dalam kolam di bawah," ujar Kadar di lokasi.

Dari dalam Gran Max, warga melihat sejumlah korban. Beberapa di antaranya merupakan anak-anak. Kadar menyebut ada sekitar enam orang yang berada di dalam kendaraan tersebut.

"Korbannya yang saya lihat ada enam orang. Kondisinya sangat memprihatinkan karena mobil terendam air di dalam kolam. Di antaranya ada usia dewasa dan ada juga anak kecil kira-kira usia kelas 3 SD," katanya.

Tangan warga menjadi pertolongan pertama di tengah kepanikan. Korban yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Saksi lainnya, Rani, juga mendengar suara benturan dari dalam rumahnya. Suara itu begitu keras hingga membuatnya segera mengetahui ada kecelakaan di sekitar lokasi.

"Saya lagi di dalam rumah, suaranya keras sekali. Kayaknya sih adu banteng antar dua mobil. Kondisi korban ada yang meninggal dunia dan ada yang luka parah," ujar Rani.

Duka kemudian berlanjut ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Dua korban meninggal dunia tiba di kamar mayat rumah sakit tersebut pada Senin (17/8) sore menggunakan ambulans puskesmas.

Kedua korban tewas merupakan penumpang Gran Max. Mereka kemudian diidentifikasi sebagai Nurlaelah (50) dan Rasidi (52), keduanya warga Kalideres, Jakarta Barat.

Dua korban tambahan meninggal dunia, Senin (17/8) malam sekitar pukul 19.30 WIB. Keduanya sempat mendapatkan perawatan medis secara intensif di Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya setelah mengalami luka dalam kecelakaan tersebut.

Identifikasi dilakukan Unit Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota menggunakan Mobile Automatic Multi Biometric Identification System (MAMBIS). Pemindaian sidik jari memastikan identitas kedua korban.

Kanit Gakkum Polres Tasikmalaya Kota Ipda Devi Budi Radiansyah membenarkan kecelakaan tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua kendaraan melaju dari arah berlawanan.

"Iya betul ada kecelakaan jam 13.30 di wilayah Rajapolah antara dua kendaraan yang melaju dari arah Bandung dan dari arah Tasik," kata Devi.

Polisi juga memastikan para korban di dalam Gran Max merupakan satu keluarga yang sedang melakukan perjalanan dari arah Tasikmalaya menuju Bandung.

"Setelah diidentifikasi datanya semua satu keluarga. Yang dari arah Tasik menuju Bandung untuk korban jiwa dan luka. Untuk kendaraan sudah kita amankan antara dua kendaraan dan semuanya rusak parah," ujarnya.

Namun, penyebab benturan masih menjadi teka-teki. Polisi belum dapat memastikan faktor yang membuat kedua kendaraan bertabrakan hingga Gran Max terlempar ke kolam.

"Untuk penyebab kita masih dalam penyelidikan, belum bisa memastikan apa penyebab terjadinya kecelakaan," kata Devi.

Hingga Senin malam, jajaran Satlantas dan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga berupaya menghubungi keluarga para korban. (gin) 


Editor : Inilahkoran