Tak Hanya Buruknya Pelayanan, Manajemen RSUD Waled Terus Diguncang Isu Tak Sedap

Usai viral dengan buruknya pelayanan kepasa pasien BPJS, manajemen RSUD Waled Kabupaten Cirebon kembali diterpa isu miring. 

Tak Hanya Buruknya Pelayanan, Manajemen RSUD Waled Terus Diguncang Isu Tak Sedap
Hamzaiya mengecam keras praktik abu-abu penitipan uang jajan dari keluarga pasien BPJS. Kondisi itu dianggap sebagai bentuk kegagalan RSUD Waled dalam menjaga marwah pelayanan publik. (maman suharman)

INILAHKORAN.ID - Usai viral dengan buruknya pelayanan kepasa pasien BPJS, manajemen RSUD Waled Kabupaten Cirebon kembali diterpa isu miring. 

Kali ini, dugaannya terkait skandal praktik penitipan uang kepada petugas rumah sakit yang terjadi di RSUD Waled. Ini terjadi masih di ranah pasien peserta BPJS Kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan salah satu tokoh pemuda Cirebon Timur Hamzaiya, Minggu 14 Desember 2025. Dia mengecam keras praktik abu-abu penitipan uang jajan dari keluarga pasien BPJS. Kondisi itu dianggap sebagai bentuk kegagalan RSUD Waled dalam menjaga marwah pelayanan publik.

"Apakah RSUD Waled lupa bahwa pasien BPJS memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa pungutan di luar ketentuan. Mereka sudah lupa pasien Poli Jiwa adalah kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan ekstra," ungkap Hamzaiya.

Hamzaiya mempertanyakan praktik penitipan uang dengan nominal Rp200 ribu untuk pasien gangguan jiwa, yang dianggap tidak masuk akal dan tidak jelas penggunaannya. Menurutnya apa yang terjadi di RSUD Waled ini adalah bentuk penindasan terhadap masyarakat kecil.

"Mereka yang sudah terpuruk secara ekonomi, dipaksa untuk membayar biaya yang tidak jelas," ujarnya.

Hamzaiya mempertanyakan bagaimana keluarga pasien dapat memastikan bahwa uang tersebut digunakan untuk kepentingan pasien, mengingat pasien adalah orang dengan gangguan jiwa dan tidak dapat berkomunikasi secara efektif.

"Kita tidak bisa menjenguk pasien dengan gangguan jiwa namun kita harus meyakini informasi uang tersebut habis buat jajan. Mereka itu membuat aturan dengan dalih seolah olah dan kenyataannya kita tidak tau," ujarnya.

Hamzaiya mendesak pihak manajemen RSUD Waled segera mengambil tindakan menghentikan praktik ini dan memastikan pelayanan kesehatan diberikan secara profesional dan transparan.

"RSUD Waled seharusnya melayani masyarakat, bukan untuk memperkaya diri," tegas Hamzaiya.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia meminta semua rumah sakit milik Pemkab Cirebon memberikan pelayanan terbaik kepada pasien, baik umum maupun BPJS.

Hal ini disampaikan Sophi menyikapi buruknya pelayanan RSUD Waled yang viral di media sosial.

Politikus banteng moncong putih tersebut menegaskan agar manajemen RSUD Waled segera membenahi manajemen pelayanan agar kinerja dan citra rumah sakit tidak merosot di mata masyarakat.

"Rumah sakit itu kan ada SOP-nya. Pasti ada standar pelayanan yang harus dilakukan kepada pasien dan saya yakin, pelayanan itu harus yang terbaik. Tapi kenapa masih terjadi lagi pelayanan buruk yang menimpa masyarakat pengguna BPJS," tegas Sophi.

Lebih lanjut legislator PDIP ini mengancam akan memanggil direksi dan manajemen RSUD Waled jika tidak ada perbaikan.

"Kalau belum bisa diperbaiki juga, saya akan panggil seluruh manajemen RSUD Waled. Dan ini berlaku buat RSUD Arjawinangun, supaya memprioritaskan pelayanan terbaik untuk pasien. Mereka kan sudah BLUD, artinya manajemen harus profesional dong," tutupnya. 


Editor : Doni Ramdhani