Tak Hanya Padamkan Api, Arsan Latif Bakal Kawal Penanganan Sampah di TPA Sarimukti
Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif mengakui, kondisi kebakaran di TPA Sarimukti masih terjadi meski luas area yang terbakar kian berkurang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif mengakui, kondisi kebakaran di TPA Sarimukti masih terjadi meski luas area yang terbakar kian berkurang.
Berdasarkan data Posko Lapangan Darurat Kebakaran TPA Sarimukti, Arsan Latif mengatakan pada 21 September 2023 bara itu dan asap masih terpantau melalui drone thermal di zona 4, 3, dan sebagian zona 2.
Dari hasil pemetaan 13 September 2023, Arsan Latif menyebutkan total luas area yang terdapat bara dan api sebanyak 5,78 hektar di TPA Sarimukti.
Arsan Latif menuturkan, proses pemadaman api di TPA Sarimukti masih terus dilakukan oleh aparat gabungan. Dia berharap kebakaran bisa segera padam agar masalah sampah segera tuntas.
"Kita prihatin dengan kondisi kebakaran TPA Sarimukti. Begini kondisinya, pemadaman masih berjalan terus," ujarnya.
"Tapi, kita akan pikirkan masalah sampah ini, tak hanya memadamkan api tapi juga mengawal dan menyelesaikan persoalan sampahnya," sambungnya.
Sementara itu, petugas lapangan BPBD Jabar Edwin menyebut berdasarkan data pada 21 September 2023 luas area yang ditemukan bara dan api mulai berkurang menjadi 0,324 hektar.
"Api dan bara masih ada. Tapi mulai berkurang drastis dibanding tanggal 13 September. Sekarang tinggal 0,3 hektar. Mayoritas di zona 4," katanya kepada wartawan.
Padahal, sambung Edwin, status kedaruratan bencana Kebakaran TPA Sarimukti bakal berakhir, pada Senin 25 September 2023 mendatang.
"Namun, proses pemadaman kebakaran dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter water bombing dan jalur darat memakai armada Damkar dan pengurugan tanah oleh petugas TNI," jelasnya.
Menurutnya, penggunaan helikopter telah dilakukan sejak Kamis 21 September 2023, dengan fokus pemadaman ke titik api yang sulit dijangkau Armada Damkar.
"Helikopter baru dua hari. Dalam sehari minimal 19 kali drop air. Diprioritaskan menangani api yang tidak terjangkau oleh petugas damkar," tuturnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani
