Terkait Demo PKL Dalem Kaum, Pemkot Bandung Siap Buka Ruang Komunikasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap membuka ruang komunikasi bersama pedagang kaki lima (PKL) Dalem Kaum, terkait relokasi yang dianggap kurang pas bagi pedagang.

Terkait Demo PKL Dalem Kaum, Pemkot Bandung Siap Buka Ruang Komunikasi

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap membuka ruang komunikasi bersama pedagang kaki lima (PKL) Dalem Kaum, terkait relokasi yang dianggap kurang pas bagi pedagang.

Sekretaris Satgasus PKL Kota Bandung Atet Dedi Handiman menegaskan, pihaknya akan selalu terbuka untuk mencari solusi terbaik apabila kebijakan pemerintah dinilai tidak berpihak.

"Apabila pemerintah perlu meninjau ulang kebijakan, mari kita berbicara. Kan ada koordinator PKL nya. Jangan dahulu beramai-ramai," kata Atet Dedi Handiman pada Rabu 13 Desember 2023.

Ia menyebut bahwa jumlah PKL Dalem Kaum yakni sebanyak 140 pedagang. Namun dari pengakuan mereka, jumlahnya tidak kurang dari 400 pedagang. Hal ini pula yang menjadi kebingungan pihaknya.

"Kalau jumlahnya sebegitu banyak, mungkin akan berdesak-desakan. Tetapi kita akan bicarakan jumlah pastinya berapa. Kita akan minta data by name by address untuk menjadi bahan laporan," ucapnya.

Terkait relokasi ke basemant Masjid Raya Agung, dituturkannya bukan semata pemindahan. Akan tetapi pihaknya berupaya untuk menaikan kelas usaha para PKL dengan memberi sejumlah fasilitas.

"Bukan hanya relokasi. Tetapi kita ingin menaikan level mereka dengan memberikan fasilitas bagi pedagang. Seperti meja dan kursi, kipas angin, tempat cuci piring agar konsumen merasa aman dan nyaman," ujar dia.

Sebelumnya, PKL Dalem Kaum melakukan aksi protes di Gerbang Balai Kota Bandung pada Selasa 12 Desember 2023. Aksi tersebut, dilakukan atas ketidakpuasan pedagang pasca relokasi.

Salah seorang perwakilan PKL Dalem Kaum Beri Sobari mengatakan, kebijakan Pemkot Bandung dalam merelokasi para pedagang, merupakan langkah sepihak semata pemerintah.

"Kita menolak relokasi apapun alasannya. Kebijakan Pemkot Bandung ini sepihak. Merugikan para pedagang kecil seperti kita. Lagi pula upaya relokasi selama ini tidak ada yang berhasil," kata Beri Sobari.

Menurut ia, lokasi saat ini yakni basemant Masjid Raya Agung dinilai tidak laik untuk berjualan. Salah satu contoh adalah tidak adanya ventilasi yang membuat pengap para pedagang dan pembeli.

"Basemant ini hanya untuk ruang parkir, tidak untuk berjualan. Jumlah kita ada 400, ini tidak cukup untuk kita semua. Apalagi sudah ada beberapa pedagang yang lebih dahulu ada di sana," ucapnya. *** (yogo triastopo)


Editor : Ahmad Sayuti