Terkena Serangan Stroke, Endah Andalkan Program JKN

Endah Puspa Kanti (41) merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang didaftarkan oleh perusahaan tempatnya bekerja sejak tahun 2015. 

Terkena Serangan Stroke, Endah Andalkan Program JKN
Endah Puspa Kanti (41) merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang didaftarkan oleh perusahaan tempatnya bekerja sejak tahun 2015.  Saat wawancara, Endah begitu sapaannya, menceritakan pengalamannya saat memanfaatkan JKN yang telah ia rasakan secara rutin sejak November 2022.

INILAHKORAN, BandungEndah Puspa Kanti (41) merupakan salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang didaftarkan oleh perusahaan tempatnya bekerja sejak tahun 2015. 

Saat wawancara, Endah begitu sapaannya, menceritakan pengalamannya saat memanfaatkan JKN yang telah ia rasakan secara rutin sejak November 2022.

“Saya masih ingat waktu itu kejadiannya di pagi hari, selesai dari mencuci pakaian saya merasakan bagian tangan kebas dan kaki sedikit nyeri. Seolah bukan hal besar, saya cukup santai dan sedikit abai. Akhirnya, di siang hari saya mencoba mengukur tekanan darah menggunakan tensimeter di rumah, nampaknya tekanan darah saya cukup tinggi,” cerita Endah, pada Rabu 30 Agustus 2023.

Melihat kondisi istrinya yang tak cukup membaik, sang suami akhirnya membawa Endah ke RS Al Islam Bandung untuk mendapatkan penanganan medis. Saat itu, kondisi wajah Endah sudah turun sebelah dan masih merasakan lemas dibagian tangannya.

“Setelah Ashar, saya langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Al Islam Bandung. Saya langsung ditangani oleh tenaga medis dan diharuskan untuk menjalani rawat inap. Pelayanan yang saya terima di UGD maupun di poli klinik sangat cepat dan seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit sigap dalam memberikan pelayanan,” tuturnya.

Endah pun menjelaskan, setelah itu ia diarahkan untuk menjalani tes elektrokardiogram (EKG) dan Computed Tomography Scan atau CT Scan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan penyumbatan kecil pada pembuluh darah otaknya dan dokter mendiagnosis kalau dirinya mengalami serangan stroke.

“Mendengar hal tersebut, saya cukup kaget karena mengingat usia saya masih terbilang muda. Dengan kejadian ini, saya semakin sadar kalau sakit dapat datang kapan saja. Untuk itulah perlunya memiliki jaminan kesehatan seperti Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Syukurnya, saya telah didaftarkan dari perusahaan tempat saya bekerja. Di RS Al Islam Bandung, saya menjalani rawat inap selama lima hari dan saya diminta untuk benar-benar beristirahat total,” kata Endah.

Setelah dirawat inap selama lima hari, kondisi Endah sudah cukup membaik dan sudah diperkenankan pulang sesuai dengan indikasi medis. Semua pelayanan yang ia terima, memberikan kesan positif sebagai pemanfaat Program JKN.

“Saat pulang, sedikit pun tidak ada biaya tambahan yang diminta oleh pihak rumah sakit. Semuanya telah dijamin oleh BPJS Kesehatan, termasuk kecukupan obat-obatan. Saya sangat lega karena tidak perlu memikirkan biaya pengobatan. Setelah dua minggu kepulangan dari rumah sakit, saya pun harus kontrol lagi dan semua tetap sama, dijamin oleh Program JKN,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Endah juga mengatakan bahwa paska pengobatan tersebut, ia juga mendapatkan terapi untuk mengembalikan kemampuan tubuhnya yang sempat hilang akibat serangan stroke. Sebanyak dua kali dalam seminggu ia menjalani terapi selama dua bulan lamanya.

“Jujur Program JKN sangat membantu pemulihan kesehatan saya. Setiap bulan harus kontrol rutin ke dokter itu rasanya menjadi beban, beruntungnya saya cukup datang saja tanpa perlu memikirkan biaya yang harus dikeluarkan. Pelayanan yang diterima sangat mudah dan cepat, saya cukup izin ke kantor untuk kontrol karena pelayanan di sini tidak membutuhkan waktu yang lama. Pelayanan bagi peserta JKN pun semua setara, tidak ada yang dibeda-bedakan,” lanjut Endah.

Endah mengaku, kini kondisinya semakin membaik setelah menjalani terapi dan kontrol rutin setiap bulan, dirinya pun telah bekerja seperti sedia kala. Ia berpesan kepada seluruh masyarakat agar terdaftar aktif sebagai peserta Program JKN. Sebagaimana yang ia alami, sakit dapat menyerang kapan saja.

“Kalau sudah terdaftar sebagai peserta JKN, rasanya tenang jika sakit tiba-tiba datang. Karena seperti yang saya alami bahwa sakit bisa datang kapan saja, tak mengenal waktu dan usia.” tutupnya. (adv)


Editor : Ahmad Sayuti