Terus Bertambah, Hampir Dua Ribu Sapi di Bogor Terpapar Wabah PMK

Sebanyak lebih dari 900 ekor sapi itu tercatat per Jumat lalu. Minggu 19 Juni 2022 ini, sebanyak hampir dua ribu sapi di Bogor terpapar PMK.

Terus Bertambah, Hampir Dua Ribu Sapi di Bogor Terpapar Wabah PMK
Kabid Kesmavet Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor Prihartini mengatakan, hampir dua ribu sapi di Bogor terpapar PMK itu terutama di kawasan usaha peternakan (Kunak), Desa Cimayang, Pamijahan.

INILAHKORAN, Bogor - Kasus PMK di Kabupaten Bogor terus meningkat. Dari semula 900 ekor, kini menjadi hampir dua ribu sapi di Bogor terpapar PMK.

Sebanyak lebih dari 900 ekor sapi itu tercatat per Jumat 17 Juni 2022. Minggu 19 Juni ini, tercatat sebanyak hampir dua ribu sapi di Bogor terpapar PMK atau penyakit mulut dan kaki.

Kabid Kesmavet Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor Prihartini mengatakan, hampir dua ribu sapi di Bogor terpapar PMK itu terutama di kawasan usaha peternakan (Kunak), Desa Cimayang, Pamijahan.

Baca Juga: Ketua Dedi Supandi Langsung Siapkan Strategi Genjot Eksistensi DPP IKAPTK Jabar

Pesatnya penyebaran itu diakuinya karena selain karakter wabah yang penyebarannya sangat mudah, cepat penyebarannya, jumlah tenaga medis yang kurang dan keterbatasan obat-obatan, juga dikarenakan kurang disiplinnya peternak.

"Penyebab meningkat pesatnya penyebaran wabah PMK di Kabupaten Bogor ini banyak faktor, seperti karakter wabah yang penyebarannya sangat mudah, kurangnya tenaga medis, cepat penyebarannya keterbatasan obat-obatan dan karena kurang disiplinnya peternak. Diskanak Kabupaten Bogor pun sudah meminta bantuan obat dan vaksin PMK ke pemerintah pusat," tambah Prihartini.

Untuk menangani penyebaran wabah PMK tersebut, bersama IPB University terutama Fakultas Kesehatan Hewan dan Bio Medis, Pemkab Bogor melalui Diskanak pun sudah melaksanakan kerjasama.

Baca Juga: Sandiaga Uno Akui Garut Miliki Destinasi Wisata Kelas Dunia

"Kami sudah melakukan kerjasama dengan Fakultas Kesehatan Hewan dan Bio Medis, IPB University untuk mengendalikan penyebaran wabah PMK terutama di Kunak yang merupakan sentra peternakan sapi perah terbesar di Bumi Tegar Beriman," sambungnya.

Prihartini menjelaskan, lantaran penyebaran wabah PMK ini tersebar merata di seluruh daerah, hingga semua daerah sangat membutuhkan obat-obatan wabah tersebut. pihaknya pun kewalahan dalam pengadaan obat-obatan wabah yang sangat cepat penularannya.

"Kita, saat ini kesulitan mencari obat-obatan wabah PMK. Tenaga medis bagaimana mau 'perang' kalau 'pelurunya' ga ada. Untung kita akan dibantu obat-obatan herbal wabah PMK dari salah satu pabrik atau produsen farmasi yang sebelumnya berkerjasama atau rekanan dari IPB University," jelas Prihartini.

Baca Juga: Hadiri Tabligh Akbar, UAS Dihadiahi Iket Sunda dari Tokoh Jonggol Bogor Mulyadi

Selain melakukan penanganan wabahnya, Diskanak dan IPB University juga akan menyembuhkan psikologis para peternak sapi yang saat ini kondisi usahanya dalam keadaan merugi.

"Peternak sapi lagi banyak yang 'tertekan' psikologisnya karena merugi usaha ternaknya, hingga kita akan healing atau sembuhkan psikologisnya, langkah itu kami anggap juga penting, selain menyembuhkan hewan ternaknya," tukasnya. (Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran