Tingkatkan Penerimaan Negara, Peneliti UI Rancang Kebijakan Fiskal Hibrida Batu Bara
Doktor FIA UI Rahman Putra merancang model kebijakan fiskal hibrida untuk mengoptimalkan windfall profits batu bara bagi penerimaan negara
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Doktor dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Rahman Putra, merancang model kebijakan fiskal hibrida untuk mengoptimalkan keuntungan tak terduga (windfall profits) sektor batu bara bagi penerimaan negara.
"Lonjakan harga batu bara dunia pada 2022 menghasilkan windfall profits bagi perusahaan tambang di Indonesia," kata Rahman di Kampus UI Depok seperti dikutip dari Antara, Senin (10/8/2026).
Namun, menurut Rahman, mekanisme fiskal yang berlaku saat ini dinilai belum mampu menangkap keuntungan berlebih tersebut secara optimal sehingga kontribusinya terhadap penerimaan negara belum maksimal.
"Indonesia membutuhkan sistem fiskal yang tidak hanya mampu menangkap keuntungan luar biasa ketika harga komoditas meningkat, tetapi juga tetap memberikan kepastian bagi dunia usaha ketika harga kembali normal," ujar Rahman.
Atas dasar temuan tersebut, Rahman mengembangkan model kebijakan fiskal hibrida dua lapis (two-tier hybrid fiscal system). Model ini menggabungkan sliding scale royalty sebagai instrumen utama untuk menjaga stabilitas penerimaan negara dengan windfall profits tax yang diterapkan saat harga batu bara melampaui ambang batas tertentu.
Rahman merekomendasikan penyempurnaan kebijakan fiskal melalui penerapan sistem royalti yang lebih adaptif, pemberlakuan pajak windfall secara bersyarat, penguatan distribusi dana bagi hasil untuk daerah penghasil, serta penyusunan aturan transisi demi kepastian hukum kontrak pertambangan yang berjalan.
Temuan tersebut dituangkan dalam disertasinya yang berjudul "Desain kebijakan Fiskal atas Windfall Profits Sektor batu bara di Indonesia Berbasis Simulasi Monte Carlo". Penelitian ini mengombinasikan simulasi Monte Carlo untuk memproyeksikan skenario harga dengan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam bersama pemerintah, DPR, serta pelaku industri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa windfall profits tax efektif meningkatkan penerimaan negara saat harga melonjak, sedangkan sliding scale royalty mampu menjaga stabilitas penerimaan pada berbagai kondisi pasar.
Sementara itu, dua instrumen lain yakni resource rent tax dan brown tax menawarkan efisiensi ekonomi yang tinggi, tetapi membutuhkan kesiapan administrasi yang lebih kompleks.
Melalui model kebijakan hibrida ini, pemerintah diharapkan dapat merancang sistem fiskal pertambangan yang lebih adaptif terhadap dinamika harga komoditas global tanpa mengurangi daya saing industri pertambangan nasional.
Editor : Ahmad Sayuti


