Titik Temu Dicapai, 8 Pekerja Lokal PT Royal Abadi Sejahtera Dipastikan Tetap Bekerja
Ketegangan antara buruh lokal dengan PT Royal Abadi Sejahtera akhirnya selesai setelah terjadi perdamaian
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Aksi protes yang sempat terjadi di PT Royal Abadi Sejahtera, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya menemukan titik terang usai musyawarah damai yang melibatkan perwakilan warga, pemerintah desa, dan mitra penyedia tenaga kerja PT Aira Multi Daya.
Hasil pertemuan yang digelar pada Rabu (1/7) lalu memastikan delapan pekerja asal Desa Cipeundeuy yang sebelumnya terancam diberhentikan sepihak, kini kembali dapat melanjutkan pekerjaannya seperti sedia kala.
Kepala Desa Cipeundeuy, Asep Suhendar membenarkan kesepakatan tersebut menjadi solusi menurunkan tensi ketegangan yang sempat terjadi.
"Selain mempertahankan delapan pekerja terdampak, pihak perusahaan dan mitra juga sepakat untuk tetap mengutamakan penyerapan tenaga kerja dari lingkungan sekitar," kata Asep, Jumat (3/7/2026).
Saat ini, ungkap Asep, sejumlah warga lain masih dalam tahap penyelesaian administrasi dan wawancara guna mengisi posisi yang tersedia.
"Intinya perusahaan sepakat mengakomodasi warga sekitar, tinggal menunggu proses administrasi yang berjalan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua RW 04 Desa Cipeundeuy, Devy Sofyana Iskandar mengatakan, kepastian bagi kedelapan pekerja tersebut namun menyoroti beberapa hal penting dalam kesepakatan.
"Jadi, status kepegawaian mereka akan dimulai ulang dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) baru, sehingga pembahasan mengenai hak-hak seperti gaji maupun Tunjangan Hari Raya (THR) belum masuk dalam kesepakatan ini," kata Devy.
Sebelum kontrak ditandatangani, ungkap Devy, seluruh pekerja wajib menjalani pemeriksaan kesehatan, dengan biaya yang akan ditanggung yayasan atau dapat dibayar secara bertahap jika belum mampu.
"Buat saya prosedur seleksi ulang yang menggugurkan kedelapan pekerja tersebut terasa tidak wajar mengingat mereka telah lama mengabdi di perusahaan yang sama," ujarnya.
Ia menilai tahapan seperti pemeriksaan kesehatan memang lazim, namun penolakan kerja bagi tenaga yang sudah berpengalaman tersebut dinilai tidak beralasan kuat.
“Kalau mereka sudah bekerja sebelumnya, seharusnya tidak perlu diseleksi ulang. Kami mempertanyakan kenapa mereka dinyatakan tidak lolos padahal sudah lama mengabdi,” ucapnya.
Diketahui, PT Royal Abadi Sejahtera mempekerjakan sekitar 158 orang, di mana 32 di antaranya adalah warga Cipeundeuy dan 21 orang berasal dari lingkungan RW 04.
Devy menyambut baik komitmen perusahaan untuk memenuhi kuota penyerapan tenaga kerja lokal sekitar 30 persen dari total kebutuhan.
"Saya berharap janji ini benar-benar direalisasikan demi memberikan kepastian dan kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar," tegasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

