Tumbuh Asa Pencari Kerja

Tumbuh Asa Pencari Kerja
INVESTASI: Salah satu investasi baru dari perusahaan asal China di sektor industri alas diproyeksikan menyerap sekitar 20.000 tenaga kerja asal Kabupaten Cirebon.

Oleh : Maman Suharman

INVESTASI baru dari pabrik alas kaki asal China melalui PT Chingluh Group Indonesia di Kabupaten Cirebon diproyeksikan menyerap sekitar 20.000 tenaga kerja lokal.

Pemerintah Kabupaten Cirebon terus mendorong pertumbuhan investasi industri yang mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Salah satu investasi baru dari perusahaan asal China di sektor industri alas kaki bahkan diproyeksikan menyerap sekitar 20.000 tenaga kerja.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto mengatakan peningkatan investasi harus berjalan seiring dengan bertambahnya penyerapan tenaga kerja.

Menurutnya, sektor manufaktur saat ini menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan data Disnaker, sekitar 160 ribu orang menggantungkan pekerjaannya pada sektor manufaktur.

“Harapannya, sebanyak mungkin investasi di kita bisa menyerap tenaga kerja di kita,” kata Novi, Minggu (23/8).

Novi mengatakan penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur tersebar di wilayah barat dan timur Kabupaten Cirebon. Namun, perkembangan kawasan industri yang sesuai dengan tata ruang saat ini lebih banyak mengarah ke wilayah timur.

“Yang tumbuh berkembang sesuai tata ruangnya adalah di wilayah timur,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, salah satu perusahaan asal China yang saat ini tengah memproses pembangunan di Kabupaten Cirebon bergerak di sektor industri alas kaki.

Berdasarkan informasi dari pihak manajemen, perusahaan tersebut diproyeksikan membutuhkan sekitar 20.000 pekerja.

“Beberapa minggu kemarin juga Alhamdulillah, salah satu perusahaan dari China sedang memproses pembangunan.

Salah satunya industri alas kaki, kurang lebih mungkin 20.000 pekerja, disampaikan oleh pihak manajemen,” katanya.

Novi menilai investasi tersebut dapat memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.

Pemerintah daerah, kata dia, berkepentingan memastikan pertumbuhan industri turut memberikan manfaat bagi tenaga kerja lokal.

“Ini bukti bahwa kesempatan kerja, peluang kerja masyarakat Kabupaten Cirebon mencari kerja akan lebih luas dan lebih terjaga lagi,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu perusahaan manufaktur asal China yang telah beroperasi di wilayah timur Kabupaten Cirebon, PT Yihong Novatex Indonesia, turut menggandeng Disnaker dalam proses perekrutan tenaga kerja.

Direktur PT Yihong Novatex Indonesia, Jack Feng, mengatakan proses rekrutmen dilakukan secara daring melalui situs resmi Disnaker Kabupaten Cirebon.

“PT Yihong Novatex Indonesia merekrut karyawan itu melalui sistem online di situs website Disnaker,” kata Jack.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja disesuaikan dengan posisi yang tersedia, termasuk kualifikasi, pengalaman kerja, maupun kebutuhan pekerja baru. Informasi kebutuhan tersebut kemudian disampaikan kepada Disnaker untuk proses rekrutmen.

Calon pekerja dapat melakukan pendaftaran secara daring dengan memindai barcode yang disediakan perusahaan.

Proses wawancara juga dilakukan secara online dan tidak dipungut biaya.

“Di situ orang kalau mau melamar harus scan barcode, dan kita online interview tanpa pungutan biaya sama sekali, seratus persen gratis,” jelasnya.

Jack mengatakan PT Yihong Novatex Indonesia masih membuka peluang penambahan tenaga kerja seiring dengan rencana ekspansi perusahaan.

“Untuk saat ini proses rekrutmen kita yang sudah tercapai ada sekitar 60 persen dari target kita. Artinya, ke depan kita masih ada rekrut lagi,” katanya.

Ia menambahkan, perjalanan investasi perusahaan di Kabupaten Cirebon tidak selalu berjalan mudah.

Meski demikian, manajemen tetap optimistis terhadap prospek usaha dan berharap hubungan yang solid antara pekerja dan perusahaan dapat menjaga keberlangsungan industri.

(bsf )


Editor : Inilahkoran