Menonton Sejenak, Membaca Lebih Lama
PERPUSTAKAAN tak lagi hanya menawarkan rak dan buku. Di Kota Cimahi, layar bioskop mini ikut dinyalakan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Agus Satia Negara
Ada masa ketika perpustakaan identik dengan rak-rak buku, suasana sunyi, dan aturan untuk tidak banyak bersuara. Kini, bayangan itu perlahan ingin diubah Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kota Cimahi.
Salah satu caranya cukup tak biasa: menghadirkan bioskop mini. Layar film kini menjadi bagian dari ruang perpustakaan. Bukan untuk menggantikan buku, melainkan menjadi pintu masuk agar masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, mau datang dan kemudian mengenal lebih jauh dunia bacaan.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Cimahi Diah Ajuni Lukitosari mengatakan inovasi tersebut lahir dari perubahan kebiasaan masyarakat. Ketika perhatian generasi muda lebih banyak tersedot ke layar ponsel, perpustakaan tidak bisa hanya menunggu mereka datang.
“Inovasi ini bukan sekadar penambahan hiburan, tetapi upaya kami untuk menarik minat masyarakat, terutama kaum muda untuk membangun budaya literasi,” kata Diah, akhir pekan lalu.
Bagi Diah, perpustakaan harus bergerak mengikuti zaman tanpa kehilangan fungsi utamanya.
“Sebab di era di mana perhatian anak-anak dan remaja lebih banyak tersedot ke layar ponsel, hanya mengandalkan koleksi buku dirasa tidak lagi cukup untuk menarik mereka datang,” jelasnya.
Karena itu, layar film dipilih sebagai salah satu cara untuk menciptakan alasan baru bagi masyarakat berkunjung. Setelah mereka datang untuk menonton, perpustakaan berharap ada waktu yang kemudian digunakan untuk melihat koleksi buku, membaca, atau sekadar menikmati suasana ruang literasi.
“Justru karena sekarang kalau kita menawarkan hanya koleksi buku, pasti mereka akan kurang tertarik. Saat ini mereka lebih tertarik ke gawai. Maka kita harus mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
“Dengan menghadirkan sarana visual seperti bioskop mini, kami berharap mereka tertarik datang, dan lama-kelamaan waktunya lebih banyak dihabiskan di perpustakaan daripada sekadar bermain gawai,” lanjutnya.
Bioskop mini tersebut tidak dibuka begitu saja tanpa pengaturan. Arpusda Cimahi membagi jadwal berdasarkan kelompok pengunjung agar fasilitas dapat dimanfaatkan secara lebih terarah.
Senin hingga Rabu, bioskop mini diperuntukkan bagi rombongan sekolah melalui program Tour Library. Pelajar dan pendidik dapat datang bersama-sama untuk mengenal perpustakaan dengan cara yang lebih menyenangkan.
Sementara Kamis hingga Sabtu, giliran masyarakat umum yang dapat memanfaatkannya. Pendaftarannya pun dibuat mengikuti kebiasaan pengguna muda. Masyarakat cukup mendaftar secara digital melalui akun Instagram resmi @perpuscimahi_.
(gin)
Editor : Inilahkoran

