Judi Online Mengusik ASN
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh:Dani Rahmat Nugraha
INILAH, Bandung - Bupati Bandung Dadang Supriatna kecewa. Sebanyak 1.066 aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Bandung disebut terindikasi terlibat judi online sepanjang 2025.
Namun, sebelum berbicara tentang sanksi, Dadang memilih berbicara tentang satu hal yang lebih mendasar: memastikan siapa sebenarnya mereka.
Sebab angka itu belum otomatis berarti 1.066 orang tersebut merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Bandung.
“Saya sangat kecewa. Tetapi sebagai kepala daerah, kita juga harus bertindak berdasarkan data yang benar dan asas keadilan,” kata Dadang di Soreang, Minggu (23/8).
Informasi yang beredar menyebut, dari 1.066 ASN yang terindikasi tersebut, nilai deposit judi online mencapai sekitar Rp6,59 miliar. Angka itu meningkat dibandingkan 2024, ketika tercatat 613 ASN dengan deposit sekitar Rp5,51 miliar.
Bagi Dadang, angka tersebut cukup untuk menjadi alarm. Tetapi alarm bukanlah vonis. Dia meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung segera mencocokkan data tersebut dengan data kepegawaian Pemkab Bandung secara by name by address.
“Saya sudah meminta agar proses verifikasi dilakukan secepatnya. Jangan ditutup-tutupi dan jangan ada yang dilindungi,” ujarnya.
Dadang menyadari persoalan ini menyentuh reputasi banyak orang. Karena itu, dia tidak ingin seluruh ASN Kabupaten Bandung langsung dicap terlibat hanya karena nama mereka tercantum dalam sebuah data.
Proses verifikasi menjadi penting untuk memastikan apakah mereka benar-benar pegawai Pemkab Bandung atau hanya berdomisili di wilayah tersebut.
Karena itu pula, Dadang meminta masyarakat tidak terburu-buru memberikan penilaian sebelum proses pemeriksaan selesai.
“Kita tetap harus berpegang pada fakta. Tetapi satu hal tidak boleh ditawar. Kalau nanti terbukti ada ASN Pemkab Bandung yang terlibat judi online, kami tidak akan menutup mata,” katanya.
(gin)
Editor : Inilahkoran

