Tunggakan Sudah Tahunan, Dedi Mulyadi Harap Utang BUMN Rp3,75 Triliun ke BJB Segera Dilunasi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sangat berharap, 10 BUMN yang memiliki utang ke Bank BJB dapat segera melunasinya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sangat berharap, 10 BUMN yang memiliki utang ke Bank BJB dapat segera melunasinya.
Apalagi utang tersebut kata Dedi, sudah tahunan ditunggak tanpa ada kepastian kapan akan dilunasi. Padahal, nilai Rp3,75 triliun tersebut sangat dibutuhkan oleh Bank BJB dalam pengembangan usahanya.
"Ya, mudah-mudahan segera dibayar agar BJB dia bisa terbang," kata Dedi dikutip Jumat, 23 Januari 2026.
Sebab selama menunggak, 10 BUMN tersebut kata dia, hanya membayarkan bunga pinjaman. Sedangkan utang pokok sama sekali belum dibayarkan.
"Mereka hanya bayar bunganya saja dan ini menjadi beban bagi Bank Jabar (BJB)," keluh Dedi.
Persoalan utang 10 BUMN ke BJB ini sebelumnya pernah diungkap oleh Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka melalui media sosialnya.
Kala itu, Rieke merinci BUMN yang berutang ke BJB antaranya, PT Barata Indonesia senilai Rp89,11 miliar, PT Kimia Farma Rp950,23 miliar, PT Perikanan Indonesia Rp96,63 miliar, PT Phapros Rp98,39 miliar.
Lalu ada PT Rajawali Nusindo Rp403,19 miliar, PT Waskita Karya Infrastruktur Rp98,94 miliar, PT Waskita Karya Rp980,8 miliar, PT Wijaya Karya Serang Panimbang Rp278,58 miliar, PT Wijaya Karya Rp515,44 miliar dan PT PPSD Rp250,25 miliar.***
Editor : JakaPermana

