Uji Emisi Insinerator TPS3R Anugrah Siringgit Tunggu Hasil Lab, Hasil Awal Positif
Hasil sementara tersebut, mengindikasikan emisi gas buang insinerator masih berada di bawah ambang batas baku mutu lingkungan yang ditetapkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Mesin insinerator di TPS3R Anugrah Siringgit, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung menunjukkan kinerja emisi yang baik berdasarkan hasil uji lapangan awal yang dilakukan PT Sucofindo.
Hasil sementara tersebut, mengindikasikan emisi gas buang insinerator masih berada di bawah ambang batas baku mutu lingkungan yang ditetapkan.
Analis Kimia PT Sucofindo, Aceng Kurnia menjelaskan, secara kasat mata maupun dari hasil pengujian langsung di lokasi tidak ditemukan indikasi pelanggaran baku mutu emisi. Meski demikian, hasil resmi tetap menunggu analisis laboratorium.
“Untuk pengujian lapangan yang masih bisa dikoreksi, hasilnya bagus. Mudah-mudahan hasil di laboratorium nanti juga sesuai, karena dari proses pengujian langsung tadi semuanya masih di bawah baku mutu,” kata Aceng Kurnia, Selasa 27 Januari 2026.
Dalam pengujian tersebut, beberapa parameter utama emisi menjadi fokus pemeriksaan terutama kandungan oksigen dan karbon monoksida (CO). Pengecekan oksigen menjadi tahapan awal sebelum perhitungan emisi dilakukan.
“Sebelum masuk ke perhitungan, kita harus cek dulu kandungan oksigennya. Sebisa mungkin harus di bawah 11 persen. Oksigen pasti ada, tapi nilainya harus terkontrol,” ucapnya.
Selain oksigen, parameter yang paling krusial pada insinerator adalah karbon monoksida. Aceng mengungkapkan pada banyak kasus, insinerator kerap bermasalah pada kandungan CO. Namun hal tersebut tidak terjadi pada pengujian di TPS3R Anugrah Siringgit.
“Di insinerator itu yang paling sering bermasalah biasanya CO. Tapi kebetulan yang kita uji di sini, CO-nya justru bagus,” ujar dia.
Selain CO, tim juga menguji parameter lain seperti nitrogen oksida (NOx) dan sulfur dioksida (SO2). Untuk SO2, hasil pengujian umumnya stabil dan jarang bermasalah. Sementara untuk NOx, meskipun terjadi kenaikan dibandingkan parameter lain, nilainya masih jauh di bawah baku mutu.
“Untuk NOx memang ada naik dibandingkan yang lain, tapi masih termasuk bagus. Baku mutunya 400, sementara tadi terbaca sekitar 150,” jelasnya.
Adapun untuk karbon monoksida, baku mutu yang ditetapkan sebesar 625. Hasil pengukuran di lapangan menunjukkan variasi angka, mulai dari sekitar 13 hingga 400 yang nantinya akan dirata-ratakan dalam laporan akhir.
“Untuk CO baku mutunya 625. Tadi ada yang terbaca 400, ada juga yang 13. Nanti semua kita rata-ratakan, tapi secara umum masih aman,” tambah dia.
Meski hasil lapangan menunjukkan performa yang baik, Aceng menegaskan hasil resmi tetap mengacu pada uji laboratorium. Proses analisis lanjutan tersebut membutuhkan waktu maksimal 14 hari kerja, tidak termasuk hari Sabtu dan Minggu.
“Hasil laboratorium paling lama 14 hari kerja. Itu sudah termasuk semua parameter yang kita uji hari ini. Pengujian ini menjadi bagian dari upaya memastikan pengelolaan sampah berbasis insinerator tetap berjalan sesuai standar lingkungan," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

