Viral di Facebook! Polda Metro Jaya Telusuri Grup "Fantasi Sedarah", DPR Minta Pelaku Ditindak

Baru-baru ini grup di Facebook bernama "Fantasi Sedarah" yang berisi konten menyimpang tentang hubungan inses dan belakangan ini ramai menuai kecaman warganet di media sosial.

Viral di Facebook! Polda Metro Jaya Telusuri Grup "Fantasi Sedarah", DPR Minta Pelaku Ditindak

INILAHKORAN - Kepolisian Daerah Metro Jaya tengah menyelidiki sebuah grup di Facebook bernama "Fantasi Sedarah" yang berisi konten menyimpang tentang hubungan inses dan belakangan ini ramai menuai kecaman warganet di media sosial.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Direktorat Siber untuk menindaklanjuti kasus ini.

“Kami telah berkoordinasi dengan Direktorat Siber Polda Metro Jaya untuk menyelidiki serta mendalami akun grup tersebut,” ujar Reonald.

Sementara itu, Direktur Siber Polda Metro Jaya, Kombes Pol Roberto Pasaribu, menjelaskan bahwa grup tersebut telah dihapus oleh pihak Meta karena terbukti melanggar pedoman komunitas.

"Akun grup sudah ditutup dan dihapus oleh pihak Meta karena melanggar aturan," tegas Roberto.

Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian juga telah berkomunikasi dengan Meta dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.

Menanggapi maraknya perbincangan soal grup tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta pihak berwenang untuk segera bertindak tegas terhadap pelaku dan anggota grup yang menyebarkan konten menyimpang itu.

"Ini sangat menjijikkan. Saya mendesak polisi dan Kementerian Komdigi untuk segera memburu dan menindak pengelola maupun anggota grup tersebut," kata Sahroni dalam pernyataannya, Jumat (16/5).

Ia juga mengingatkan bahwa konten semacam itu sangat berbahaya karena berpotensi mendorong terjadinya kekerasan seksual.

"Kalau tidak segera dihentikan, fantasi-fantasi menyimpang itu bisa berubah menjadi tindakan nyata yang sangat merusak dan menghancurkan korban," tegasnya.

Sahroni juga menyarankan agar para pelaku dibina secara psikologis, serta mendesak aparat menghentikan penyebaran konten semacam ini sebelum berdampak lebih luas di masyarakat.

grup "Fantasi Sedarah" sempat diketahui memiliki ribuan anggota dan menjadi sorotan publik lantaran adanya unggahan dari individu-individu yang mengaku memiliki ketertarikan menyimpang terhadap anggota keluarganya sendiri. Keberadaan grup tersebut memicu kemarahan warganet Indonesia yang mengecam keras praktik menyimpang itu.


Editor : Firda Rachmawati