Viral! Honorer Kementerian PU Terpaksa Dirumahkan Imbas Efisiensi Anggaran
para pegawai honorer di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang harus menghadapi kenyataan pahit akibat pemangkasan anggaran tahun 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.COM - Media sosial sedang diramaikan dengan kisah memilukan para pegawai honorer di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang harus menghadapi kenyataan pahit akibat pemangkasan anggaran tahun 2025.
Sebuah unggahan dari akun @itsalma yang dibagikan ulang oleh akun Instagram @borneosocial menjadi perbincangan hangat.
Dalam unggahan tersebut, pemilik akun menceritakan pengalamannya saat ia dan rekan-rekan sesama honorer menerima kabar bahwa mereka akan diberhentikan secara massal.
Ia juga menggambarkan suasana di kantor ketika para pegawai honorer dikumpulkan untuk mendengarkan pengumuman resmi dari pimpinan balai.
Diketahui bahwa pemangkasan anggaran hingga 73% di Kementerian PU berdampak signifikan terhadap keberlanjutan tenaga honorer.
“Kami ucapkan mohon maaf, kami harus memulangkan bapak/ibu,” demikian isi pesan grup yang dibagikan pemilik akun.
Keputusan tersebut membuat banyak pegawai honorer merasa kehilangan harapan, terutama mereka yang menjadi pencari nafkah utama bagi keluarga.
Pemutusan kontrak ini tidak hanya berdampak pada satu kantor balai, tetapi terjadi secara nasional, memengaruhi sekitar 18.000 tenaga honorer di Kementerian PU.
Di kantor balai tempat @almainaayu bekerja, kebijakan ini tidak hanya menimpa pegawai administrasi, tetapi juga berdampak pada petugas keamanan dan office boy.
Dalam unggahannya, ia mengungkapkan kesedihannya karena harus meninggalkan pekerjaannya akibat kebijakan tersebut.
“Terima kasih atas 4 tahunnya, sedih harus berakhir seperti ini. Sedih karena kami keluar seperti dipaksakan oleh kebijakan,” tulisnya.
Ia juga mengapresiasi para atasan yang telah berupaya memperjuangkan posisi mereka, meskipun hasilnya tidak sesuai harapan.
“Terima kasih untuk seluruh atasan di kantor balai yang sudah memperjuangkan kami. Badai pasti berlalu, semoga kami bisa menghadapi badai ini bersama-sama. Tetap semangat untuk lebih dari 18.000 pegawai pemerintahan yang kehilangan kontrak kerja akibat efisiensi anggaran besar-besaran ini,” lanjutnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kebijakan pemerintah yang lebih memprioritaskan program lain, seperti program Makan Gratis bagi siswa.
Ia berharap masyarakat bisa menghargai program tersebut karena ada banyak tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan demi menyeimbangkan anggaran negara.
“Dan untuk adik-adik yang menerima program makan gratis, jangan disia-siakan ya. Karena mungkin banyak sekali orang yang dikorbankan dan kehilangan pekerjaan demi program ini,” pungkasnya.
Unggahan ini memicu berbagai reaksi dari netizen. Sebagian besar merasa simpati terhadap nasib tenaga honorer yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan. Namun, ada juga yang memberikan tanggapan sinis terkait situasi ini.
Editor : Firda Rachmawati

