Warga Kesal Tanam Pohon Pisang di Cihampelas, Perbaikan Dijanjikan Pemda KBB pada 2023

Aksi protes warga kesal tanam pohon pisang di Cihampelas di sejumlah titik jalan rusak mendapat tanggapan dari Pemda KBB.

Warga Kesal Tanam Pohon Pisang di Cihampelas, Perbaikan Dijanjikan Pemda KBB pada 2023
Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KBB Aan Sopian mengatakan, pihaknya berjanji bakal memperbaiki jalan yang menjadi sasaran warga kesal tanam pohon pisang di Cihampelas. Perbaikan di ruas jalan penghubung dua desa tersebut akan dilakukan pada 2023. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Aksi protes warga kesal tanam pohon pisang di Cihampelas di sejumlah titik jalan rusak mendapat tanggapan dari Pemda KBB.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KBB Aan Sopian mengatakan, pihaknya berjanji bakal memperbaiki jalan yang menjadi sasaran warga kesal tanam pohon pisang di Cihampelas. Perbaikan di ruas jalan penghubung dua desa tersebut akan dilakukan pada 2023.

Menurutnya, Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan sudah menginstruksikan untuk melakukan perbaikan jalan rusak yang menjadi arena warga kesal tanam pohon pisang di Cihampelas. Namun, dananya baru dianggarkan untuk tahun depan.

"Sudah ada arahan dan akan dimasukan dalam anggaran 2023 oleh Plt Bupati. Bahkan, kita sudah komunikasikan semua dengan beliau terkait penganggarannya," katanya kepada wartawan, Minggu 16 Oktober 2023.

Ia menyebut, untuk memperbaiki jalan tersebut Pemda KBB menggelontorkan anggaran sekitar Rp4,5 miliar. Menurutnya, alokasi anggaran tersebut telah disepakati, sehingga jalan rusak tersebut nantinya bakal diperbaiki secara maksimal.

"Oleh karenanya kami minta masyarakat bisa bersabar untuk menunggu anggaran tersebut turun," sebutnya.

Disinggung terkait progres, ia menjelaskan, saat ini sudah selesai pada tahap perencanaan dan pihaknya memastikan proses perbaikan bakal ditangani sebaik mungkin agar warga bisa beraktivitas normal dan lancar kembali di sana.

"Tapi mungkin nanti bakal ada review penyesuaian harga, review pertimbangan teknis (pertek) tersebut disesuaikan dengan harga saat ini. Intinya agar pas segala sesuatunya terutama dalam hal penganggaran," tuturnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi sasaran warga kesal tanam pohon pisang di Cihampelas itu merupakan bentuk kekesalan warga lantaran jalan utama yang menghubungkan dua desa yakni Desa Cipatik dan Desa Ciraden, Kecamatan Cihampelas tak kunjung diperbaiki.

Tak tanggung-tanggung, warga menanam sedikitnya lima pohon pisang di lokasi jalan yang rusak tersebut. Berdasarkan informasi, akses jalan sepanjang 1,5 kilometer tersebut diketahui berstatus milik Pemda KBB.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani