Waswas Dua Komoditas

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menghadapi tantangan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pada semester II 2026.

Waswas Dua Komoditas
DEFISIT: Dua komoditas strategis, yakni daging sapi dan susu sapi, diproyeksikan mengalami defisit hingga puluhan ribu ton akibat tingginya kebutuhan masyarakat yang tidak sebanding dengan kemampuan produksi lokal.

Oleh : Yuliantono

Dua komoditas strategis, yakni daging sapi dan susu sapi, diproyeksikan mengalami defisit hingga puluhan ribu ton akibat tingginya kebutuhan masyarakat yang tidak sebanding dengan kemampuan produksi lokal.

Berdasarkan proyeksi hingga akhir 2026, ketersediaan daging sapi di Jawa Barat hanya mencapai 187.222 ton.

Sementara kebutuhan masyarakat, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), diperkirakan mencapai 212.456 ton. Dengan demikian, terjadi kekurangan pasokan sebesar 25.234 ton.

Kondisi yang lebih besar terjadi pada komoditas susu sapi. Ketersediaan hingga akhir tahun diperkirakan berada di angka 395.088 ton, sedangkan kebutuhan mencapai 460.616 ton. Jawa Barat menghadapi defisit susu sapi sebesar 65.528 ton.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Nining Yuliastiani mengungkapkan, produksi lokal saat ini baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan. Selebihnya masih bergantung pada pasokan dari luar daerah maupun impor.

"Sehingga perlu antisipasi pengiriman daging sapi dan susu sapi dari luar provinsi maupun impor dari luar negeri," ujar Nining, Senin (10/8).

Menurutnya, langkah antisipatif harus dilakukan sejak dini untuk mencegah gangguan pasokan yang berpotensi memicu kenaikan harga dan inflasi pangan. Apalagi, kebutuhan komoditas protein hewani terus meningkat seiring bergulirnya program MBG di berbagai daerah.

Nining menyebut, harga daging sapi pada Juli 2026 berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram. Harga tersebut mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi untuk program MBG.

"Kenaikan harga pada beberapa periode terakhir diakibatkan telah meningkatnya kebutuhan MBG. Sebanyak 18.696 ton daging ayam, 10.688 ton telur ayam, dan 3.006 ton daging sapi dibutuhkan untuk konsumsi MBG," ucapnya.

Di tengah ancaman defisit daging dan susu sapi, Jawa Barat masih memiliki ruang aman pada komoditas unggas. Produksi daging ayam ras hingga akhir tahun diproyeksikan mencapai 1,064 juta ton, sedangkan kebutuhan masyarakat sekitar 1,057 juta ton.

"Berarti masih ada surplus 7.290 ton untuk daging ayam ras," ujarnya.

Surplus yang lebih besar terjadi pada komoditas telur ayam ras. Produksi diperkirakan mencapai 1,062 juta ton, sementara kebutuhan hanya sekitar 809 ribu ton. Selisih tersebut menunjukkan ketersediaan pasokan masih jauh di atas kebutuhan konsumsi masyarakat.

"Jadi ada surplus kita sampai akhir tahun posisinya di 252.000 ton. Jadi masih aman," kata Nining.

Sementara itu sebelumnya,  fenomena El Nino ekstrem atau yang dikenal sebagai El Nino Godzilla mulai memunculkan ancaman terhadap ketahanan pangan di Jawa Barat.

Kemarau yang datang lebih awal dan diperkirakan berlangsung lebih panjang, berpotensi menekan produksi sejumlah komoditas strategis, terutama beras dan produk hortikultura.

Nining mengakui, pemerintah tengah mewaspadai dampak kekeringan terhadap produksi pangan. Komoditas yang paling menjadi perhatian adalah beras, karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat.

"Karena kalau dengan posisi kemarau kayak gini, mungkin produksi beras kita tidak sebaik tahun kemarin, karena ada El Nino di tahun ini. Dan lebih early-nya musim kemarau dan juga diperparah dengan adanya El Nino, maka kemudian musim kemarau menjadi lebih lama," kata Nining.

Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu produktivitas sawah dan menurunkan hasil panen padi pada musim tanam berikutnya.

Meski demikian, Pemprov Jabar memastikan ketersediaan beras masih dalam kondisi aman berkat cadangan yang dimiliki Perum Bulog.

"Sehingga kita khawatirkan panen untuk padi ini nantinya agak terganggu. Tapi di sisi lain kan stok dari Bulog ini kita pastikan terus bahwa stoknya aman sampai akhir tahun," ujarnya.(bsf) 


Editor : Inilahkoran