20 Siswa Diduga Keracunan MBG, DKPKP Pastikan Bahan Pangan Diperiksa

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, memberikan penjelasan terkait dugaan kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan siswa di Jakarta Timur.

20 Siswa Diduga Keracunan MBG, DKPKP Pastikan Bahan Pangan Diperiksa
20 Siswa Diduga Keracunan MBG, DKPKP Pastikan Bahan Pangan Diperiksa

INILAHKORAN - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, memberikan penjelasan terkait dugaan kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan siswa di Jakarta Timur.

Hasudungan menegaskan pihaknya secara rutin melakukan pengawasan bahan pangan segar yang masuk ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah DKI Jakarta.

“Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi DKPKP, fokus kami ada pada kualitas bahan pangan segar. Monitoring sudah dilakukan secara rutin di seluruh SPPG,” ujar Hasudungan dikutip Sabtu 4 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, pengecekan dilakukan sejak bahan baku diterima hingga proses distribusi ke sekolah-sekolah. Bahkan, pengujian laboratorium dilakukan langsung di lokasi untuk memastikan makanan bebas dari cemaran mikroba, formalin, maupun tanda-tanda pembusukan.

“Laboratorium secara on the spot memeriksa apakah bahan pangan masih segar, aman, dan layak konsumsi,” tambahnya.

Menindaklanjuti kasus 20 siswa SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, yang mengalami mual, pusing, hingga muntah usai menyantap menu MBG, DKPKP berencana memberikan pelatihan khusus bagi petugas SPPG. Pelatihan ini diharapkan memperkuat pemahaman terkait penerapan prosedur standar operasional (SOP) dalam penyajian makanan.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SDN 01 Gedong, Kurniasari, memutuskan untuk menghentikan sementara pasokan MBG di sekolah tersebut sambil menunggu hasil uji laboratorium.

“Keputusan ini diambil agar lebih aman bagi siswa sambil menunggu kepastian penyebab keracunan,” kata Kurniasari.

Adapun menu MBG yang dibagikan pada Selasa (30/9) terdiri dari mi goreng, telur goreng, tahu, capcay, dan buah stroberi. Menurut pihak sekolah, mi yang disajikan saat itu berbeda dari biasanya karena terlihat berlendir.

DKPKP menegaskan evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar kasus serupa tidak terulang.


Editor : Firda Rachmawati