26 Sekolah di Kota Bogor Belum Memiliki Kepala Definitif
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim melantik 22 kepala sekolah di lingkungan Pemkot Bogor di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jumat 7 November 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Dedie A Rachim melantik 22 kepala sekolah di lingkungan Pemkot Bogor di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jumat 7 November 2025.
Dedie menuturkan, pelantikan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor untuk melengkapi kebutuhan kepala sekolah di seluruh satuan pendidikan di kota hujan.
"Saya mengakui bahwa masih ada sejumlah sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif. Yang penting masih ada beberapa PR untuk bisa melengkapi seluruh sekolah di Kota Bogor ini dengan kepala sekolah. Jadi, ada beberapa yang masih kosong karena memang proses sekarang ini harus ditempuh dengan koordinasi ke BKN dan juga Kemendikdasmen. Ini 22 dari sisa 48 lagi yang harus kita selesaikan," tutur Dedie.
Dedie menjelaskan, setelah seluruh kepala sekolah terisi, manajemen sekolah dan pelaksanaan program pendidikan di Kota Bogor akan berjalan lebih optimal.
"Kalau sudah lengkap, berarti manajemen sekolahnya bisa berjalan dengan baik, kemudian juga program-program di bidang pendidikan akan terlaksana secara lebih sempurna dibanding kalau satu sekolah belum ada kepala sekolahnya," jelasnya.
Dedie juga menyoroti tantangan kedepan terkait potensi kekurangan guru di Kota Bogor. Salah satu solusi yang tengah dipertimbangkan adalah program merger sekolah, terutama bagi sekolah dengan jumlah murid yang sedikit.
"Program merger masih akan menjadi alternatif untuk menyelesaikan persoalan kekurangan guru. Tapi di sisi lain, merger juga dilakukan karena memang ada beberapa sekolah yang muridnya berkurang. Jadi supaya lebih efektif, termasuk dalam penggunaan anggaran," terangnya.
Dedie berpesan kepada para kepala sekolah yang baru dilantik untuk tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter peserta didik.
"kepala sekolah harus bisa mendorong pembangunan karakter anak-anak kita. Mereka harus menjadi anak-anak Bogor yang bukan hanya sehat fisiknya, tapi juga punya wawasan yang luas, perilaku yang baik, dan saling menghormati," paparnya.
Dedie menegaskan, tujuan akhir dari pendidikan di Kota Bogor adalah mencetak generasi yang berakhlak mulia sekaligus cerdas dan berdaya saing tinggi.
"Intinya, kami ingin anak-anak ini menjadi anak-anak yang berakhlakul karimah, saleh dan salihah, pintar, sehat, dan mampu bersaing untuk menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045," tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Herry Karnadi mengatakan, ada 48 posisi kepala sekolah yang perlu dilakukan pelantikan, untuk enam sudah tinggal dilantik dan 42 lagi masih dalam proses. Sekarang untuk proses menjadi kepala sekolah perlu melalui aplikasi Bakal Calon kepala sekolah (BKCS) yang didalamnya ada beberapa tahap ujian.
"Pertama administrasi, kedua dites kemampuan kompetensi dan substansi. Setelah itu baru diwawancara terkahir. Tahapan nya begitu untuk menjadi kepala sekolah, cukup panjang prosesnya. Tes Kemampuan Akademis (TKA) harus lolos," ungkap Herry kepada wartawan.
Editor : Doni Ramdhani

