Pemprov Jabar Gelontorkan Rp8 Triliun, Optimalkan Konektivitas Kereta Api

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengungkapkan, pembangunan infrastruktur kereta yang telah digagas bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI), pembiayaannya berasal dari Pemprov Jabar.

Pemprov Jabar Gelontorkan Rp8 Triliun, Optimalkan Konektivitas Kereta Api
"Pemprov dan PT KAI, nanti biayanya dari Pemprov dan nanti kita akan ajak juga kabupaten/kota, karena ini kan bagian dari upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota," ujar Dedi di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 7 November 2025. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengungkapkan, pembangunan infrastruktur kereta yang telah digagas bersama PT kereta Api Indonesia (KAI), pembiayaannya berasal dari Pemprov Jabar.

Meski demikian, kata Dedi, tidak menutup kemungkinan berkolaborasi bersama pemerintahan kabupaten/kota guna menyokong pertumbuhan ekonomi.

"Pemprov dan PT KAI, nanti biayanya dari Pemprov dan nanti kita akan ajak juga kabupaten/kota, karena ini kan bagian dari upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota," ujar Dedi di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat 7 November 2025.

Total biaya yang bakal disokong Pemprov Jabar, lanjut dia, sebesar Rp8 triliun. Targetnya, selama tiga tahun proyek ini selesai. "Kan pembangunan itu enggak sekaligus, bertahap," ucapnya.

Rencana ini lanjut Dedi, akan dimulai pada APBD Perubahan 2026, dalam peningkatan teknologi kereta api. Mengingat, rute atau jalurnya kata dia, sudah ada.

"Misalnya sinyalnya diperkuat. Terus kemudian relnya dan bantaran-bantaran dikokohkan. Kemudian lokomotifnya diperbaharui. Jadi, tidak merubah teknologi, hanya memperkuat teknologi. Masih rel yang sekarang," katanya.

Target Dedi, infrastruktur kereta ini rampung dalam tiga tahun, atau periode pertamanya menahkodai Jawa Barat. "Saya selesai periode pertama, (kereta api) selesai," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Dedi menargetkan seluruh infrastruktur dasar di Jabar selesai maksimal 2028 mendatang. Termasuk meningkatkan konektivitas antar wilayah, salah satunya kereta api.

Dedi telah bertemu Direktur PT kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin, antaranya menyiapkan kereta api yang lebih kencang, rute Jakarta-Bandung.

"Pengen waktu tempuhnya 1,5 jam sampai 1 jam dan nanti terkoneksi baik, sampai Banjar sampai Pangandaran," ucapnya.

Selain itu, kelak akan ada kereta gerbong khusus yang mengangkut hasil panen dari Tasikmalaya ke Jakarta. Bahkan juga ada gerbong khusus untuk mengangkut hewan ternak.

"Nanti ada gerbong khusus di mana bawa kambing boleh naik kereta, dengan gerbong khusus tidak bareng dengan yang lain. Kemudian ngangkut padi nanti dari Cirebon kami ingin melalui stasiun-stasiun," ucapnya.

Dedi bahkan sudah menyiapkan tiga nama untuk kereta api tersebut. Untuk kereta pengangkut hasil pertanian, bernama Tani Mukti. kereta cepat yang menghubungkan Jakarta-Banjar, Kilat Padjadjaran.

"Kemudian nanti ada kereta wisata di bulan Desember awal, dari Jakarta sampai Cianjur, itu namanya Jaka Lalana. Karena Jaka itu laki-laki, kerjanya keliling, Lalana," katanya.


Editor : Doni Ramdhani