3 Langkah Strategis Kemenparekraf untuk Lindungi Raja Ampat dari Ancaman Tambang Nikel

Kemenparekraf menbeberkan tiga langkah strategis untuk menjaga kelestarian Raja Ampat yang saat ini terancam aktivitas tambang nikel.

3 Langkah Strategis Kemenparekraf untuk Lindungi Raja Ampat dari Ancaman Tambang Nikel

INILAHKORAN - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bergerak cepat menghadapi isu kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang nikel di kawasan wisata unggulan Raja Ampat, Papua Barat Daya. 

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata harus menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi.

“Pariwisata yang berkelanjutan wajib menjaga harmoni antara lingkungan hidup, komunitas lokal, dan pertumbuhan ekonomi. Raja Ampat bukan untuk pertambangan, tetapi untuk konservasi dan pariwisata berkualitas,” ujar Widiyanti.

Tiga Langkah Strategis Kemenparekraf untuk Menjaga Raja Ampat

1. Kunjungan Langsung ke Lokasi dan Serap Aspirasi Masyarakat

Kemenparekraf bersama DPR RI melakukan kunjungan lapangan ke Raja Ampat pada 28 Mei–1 Juni 2025 guna berdialog langsung dengan warga dan masyarakat adat. Dalam pertemuan tersebut, warga menolak rencana penambahan izin tambang baru dan menegaskan bahwa Raja Ampat harus dijaga sebagai kawasan wisata alam, bukan kawasan industri ekstraktif.

Komisi VII DPR RI berjanji akan membawa aspirasi masyarakat ke tingkat nasional dan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap izin pertambangan yang ada.

2. Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Langkah kedua adalah audiensi dengan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, pada 4 Juni 2025. Hasil pertemuan menyepakati pentingnya mengarahkan Raja Ampat sebagai kawasan konservasi laut, geopark dunia UNESCO, serta destinasi unggulan pariwisata nasional. Gubernur menegaskan bahwa arah pembangunan daerah tidak akan dikompromikan dengan eksploitasi sumber daya tambang.

3. Penguatan Kebijakan Lewat Rapat Koordinasi Nasional

Pada 5 Juni 2025, Kemenparekraf menggelar rapat koordinasi dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) guna memperkuat perlindungan jangka panjang terhadap Raja Ampat. Dalam rapat ini, Kemenparekraf mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis konservasi dan investasi hijau yang berpihak pada masyarakat lokal dan kelestarian alam.

Fokus pada Wisata Ramah Lingkungan
Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, Kemenparekraf kini tengah mengkaji skema pengembangan Raja Ampat sebagai pusat ekowisata nasional. Strategi ini mencakup penerapan prinsip-prinsip pariwisata berkualitas, penguatan peran masyarakat adat, serta pelibatan investor hijau yang peduli lingkungan.


Editor : Firda Rachmawati