566 Siswa-Siswi Ikuti MPLS di Hari Kedua, Wakasek Kesiswaan: Yang Paling Penting Peningkatan Budi Pekerti
seluruh peserta didik kelas X diperkenalkan tentang lingkungan sekolah yang ada di SMKN 5 Bandung saat MPLS hari kedua
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 566 siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bandung mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di hari kedua. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMKN 5 Bandung, Selasa 19 Juli 2022.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Erwin Basuki mengatakan, sebagai seorang guru, dirinya merasa senang, bahwa kegiatan MPLS ini berjalan lancar dan tertib.
Pada MPLS ini, seluruh peserta didik kelas X diperkenalkan tentang lingkungan sekolah yang ada di SMKN 5 Bandung. Misalnya saja, ruangan kelas, laboratoium, ruangan praktik siswa-siswi, kantin, pengenalan ekstrakurikuler (ekskul), guru, dan lainnya. Selain itu, juga diberikan materi-materi dari guru yang mengajar.
Baca Juga: MPLS Hari Pertama, Ini Catatan Penting Ombudsman Jabar kepada Disdik
"Pertama, MPLS ini kan untuk mengenalkan lingkungan dan belajarnya di sekolah yang ada di SMKN 5 Bandung. Kedua, sarana dan prasarana yang sudah dipunyai oleh SMKN 5 Bandung. Ketiga, bisa lebih mengenal rekan-rekannya, dan juga bisa mengenal para gurunya yang akan mengajarnya, termasuk ada penjelasan dari para Wakil Kepala Sekolah (Waka) termasuk Waka Kurikulum. Belajar jam berapa dan pulangnya jam berapa dan mata pelajaran apa saja yang ada di SMKN 5 Bandung," papar Erwin Basuki.
Pada dasarnya, lanjut Erwin, seluruh siswa-siswi dipersiapkan mental dan fisik untuk menghadapi satu tahun ke depan, terutama untuk di SMKN 5 Bandung, lokasi kelasnya tidak mendatar dan naik turun tangga.
"Mudah-mudahan selesai MPLS ini, mereka lebih rajin dan giat, dan yang paling penting adalah peningkatan budi pekerti," ucapnya.
Baca Juga: Disdik Cimahi Bakal Tindak Tegas Sekolah yang Terdapat Kasus Perpeloncoan Saat MPLS
Selain itu, terkait perploncoan, pihak SMKN 5 Bandung mengingatkan kepada seluruh panita atau peserta didik tidak boleh ada perploncoan. Misalnya, perundungan atau bullying kepada peserta didik baru, tidak ada kekerasan, tidak ada kata-kata kotor, atau kasar, tapi semuanya bagaimana sifat membimbing dari kakak ke adek.
Jika terjadi perploncoan, pihak sekolah tidak akan segan-segan akan mencabut kepanitian dan dibina untuk bisa lebih baik lagi.
"Kami dari awal, anak-anak yang membantu kami, terutama dari gabungan Osis dan ekskul harus bersifat membimbing dari kakak ke adek. Selain itu, kami juga terus memantau tiap hari dilapangan, supaya tidak terjadi kekerasan. Hari pertama, alhamdulillah mereka enjoy dan menikmati," ucap Erwin.
Baca Juga: Fortusis Kota Bandung Imbau Orangtua Siswa Melapor Jika Ada Perpeloncoan pada MPLS 2022
Dia berharap, seluruh peserta didik yang ada di SMKN 5 Bandung, bisa lebih bergairah setelah diterima di SMKN 5 Bandung, dikarenakan mereka itu orang-orang yang beruntung.
"Kita animo dari 1.000 lebih siswa, yang diterima hanya setengahnya. Jadi ini keberuntungan yang harus disyukuri oleh mereka," tambahnya. *** (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


