10 Perupa Cilik Unjuk Gigi dalam Pameran Anak Indonesia Berani Kreatif di GPK Bandung
Sebanyak 10 perupa cilik unjuk gigi memamerkan hasil lukisannya di GPK Bandung. Pameran digelar untuk memperingati Hari Anak Nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ada 10 perupa cilik yang memamerkan lukisan-lukisan yang cukup menarik dan ciamik di Galeri Pusat Kebudayaan (GPK), Jalan Naripan 9, Kota Bandung.
Pameran yang bertajuk Anak Indonesia Berani Kreatif ini digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Setiap 10 perupa cilik itu memberikan 8 gambar atau lukisan yang akan dipamerkan di GPK Bandung.
10 perupa cilik itu menggambar tentang monster yang anak-anak temukan didalam games, binatang keseharian seperti kucing, semut, super hero, keluarga, ayah, bunda, adik, kaka dan beberapa imajinasi lainnya.
Baca Juga: Nikita Mirzani Tidak Ditahan Usai Jadi Tersangka, Humas Polresta Serang: Ada Rasa Kemanusiaan
Bagi anak-anak, menggambar, melukis dan sejenisnya merupakan cara mereka berkomunikasi, cara mereka menyampaikan pesan, ekspresi dan keinginannya, mimpi-mimpinya.
Sehingga terkadang memang tak mudah menilai karya gambar atau ekspresi seni rupa anak-anak, dimana dibalik karyanya senantiasa terdapat cerita yang tak bisa seenaknya ditafsirartikan oleh orang dewasa. Anak-anak lebih tahu atas apa yang mereka buat.
Ketua Pelaksana Isa Perkasa mengatakan, bahwa hal ini riset dari Institut Drawing Bandung. Selama ini, khususnya di Kota Bandung jarang sekali event atau pameran tentang pelukis atau perupa cilik. Sehingga, pihaknya membuat riset untuk mencari pelukis cilik, dan dikumpulkanlah 10 nama.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Bandung Soroti Banyaknya Keluhan dari Pemohon PBG di DPUTR
"Pelukis cilik ini tidak hanya sekadar menggambar, tapi ada keunikan dari setiap anaknya, keunikan karyanya, prilakunya, sehingga menemukanlah 10 nama, walaupun sebetulnya banyak," ujar Isa Perkasa, Minggu 24 Juli 2022.
Dia menambahkan, dari pancingan riset ini akan memunculkan para pelukis-pelukis lain atau sekolah-sekolah yang konsen dibidang anak-anak atau orang tua yang belum memahami tentang bagaimana bakat anaknya.
"Anak-anak ini memang bisa melukis. Harapannya, ini untuk memberikan inspirasi untuk sekolah-sekolah yang ada di Bandung, TK dan SD," ucapnya.
Baca Juga: Persib Tampil Pincang Hadapi Bhayangkara FC, Robert Alberts Ungkapkan Faktanya
Selain itu, Kuratorial Andi Yudha Asfandiyar menambahkan, banyak orang beranggapan bahwa di antara berbagai cabang seni, seni rupalah yang paling membuka keinginan pada anak-anak untuk mengekspresikan dan mencurahkan isi hati dan otaknya.
Sejak bayi, secara kongkrit bayi berkembang dan mengembangkan motorik halusnya ketika dirangsang dengan visualisasi melalui lingkungan terdekatnya. Inilah yang disebut bahasa rupa/visual anak.
Bagi anak-anak, menggambar, melukis (berseni rupa) itu merupakan proses belajar. Seperti kita ketahui, proses belajar anak-anak sangat berbeda dengan orang dewasa. Anak-anak sangat dipengaruhi proses daripada hasil. Pada orang dewasa, bermain itu ya bermain, belajar itu belajar.
Baca Juga: North West Tanding Basket di Malibu, Kim Kardashian Mendukung dengan Tampilan Kasualnya
Sebaliknya bagi anak-anak, belajar itu kadang bermain, dan bermain pun merupakan proses belajar mereka. Mengapa demikian, karena anak-anak masih “segar” dalam proses pengoptimalan otak kanannya, potensi otak kanannya masih tinggi dibanding otak kirinya yang biasa mendominasi orang-orang dewasa.
"Proses berpikir dan belajar anak-anak pendayagunaan otak kanannya, banyak bersinggungan dengan soal-soal visual, seni, rasa nyaman, kegembiraan, humor dst. Disitulah anak-anak berproses menggambarkan, melukiskan, menceritakan rasa dan pikirnya, bukan sekadar menggambar atau melukis," ucap Andi Yudha Asfandiyar.
Dia berharap, pameran karya perupa-perupa cilik ini semoga bisa membangun iklim terus berani berkreasi, berkarya dan nantinya, regenerasi perupa khususnya di kota Bandung dan umumnya di Indonesia semakin semarak dan berkualitas.
Baca Juga: Baremg Istri Ganjar Pranowo Ikuti Lomba Lari Maraton di Kota Bandung
"Kesempatan baik ini bisa menjadi wahana olah pikir, olah rasa, olah rupa, khususnya anak-anak yang berkunjung menikmati pameran dalam rangka Hari Anak Nasional ini," pungkasnya.
Sebagai catatan, Karya 10 Perupa Cilik, dengan rentang usia 4 - 13 tahun ini (Rucita 4 tahun, Sri Jago Asoka Rama 6 tahun, Dhifa Khasia Hasyawardhana 6 tahun, Shaqee Giezha Agassi 6 th, Arfara Nadiy Raeesa 7 tahun, Arimbi Ketya Anasya 7 tahun, Bima Raidara Adisakti 7 tahun, Rarasati Laksmi Adisaputro 9 th, Alvicko Gusti Aruna Fadly 10 tahu , dan Mahesa Damar Sakti 13 tahun), menampilkan ide-ide kreatif yang berani mereka tuangkan dalam karya-karyanya.
Baca Juga: Dosen UPI Yusi Riksa Yustiana Sebut Perundungan Bisa Mencederai Perasaan dan Pikiran
Tak ayal lagi, peran orang -orang terdekatnya sangat penting dan strategis dalam memicu dan memacu ide-ide visual kreatif anak-anak tersebut.
Para pengunjung bisa menghadiri pameran ini pada 24 -31 Juli 2022. Pukul 10.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB. (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


