Bantuan Rutilahu Rp25 Juta dari PPM Jabar Menyalakan Harapan Baru
bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebesar Rp25 juta diserahkan kepada Pak Iing, warga yang menjalani hari-harinya bersama sang istri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gang itu sempit. Hanya cukup dilalui dua orang yang berjalan berpapasan. Dinding-dinding rumah berhimpitan, menyisakan ruang yang nyaris tak memberi jarak bagi cahaya dan udara untuk leluasa masuk. Namun di sanalah, di RT 05 RW 11 Kelurahan Jamika, Kota Bandung, harapan justru menemukan jalannya.
Tak ada karpet merah. Tak terdengar gemuruh tepuk tangan. Kehadiran Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Jawa Barat, sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, MQ Iswara datang dalam kesederhanaan yang justru terasa hangat.
Ia tidak membawa janji, melainkan sesuatu yang lebih nyata, kepedulian yang bisa disentuh. Di hadapan warga yang berkumpul seadanya, bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebesar Rp25 juta diserahkan kepada Pak Iing, warga yang menjalani hari-harinya bersama sang istri, tanpa kehadiran anak. Rumah yang mereka tempati selama ini bukan sekadar butuh perbaikan, tetapi juga perhatian.
Bagi sebagian orang, angka Rp25 juta mungkin terlihat biasa. Namun di gang sempit itu, nilai tersebut menjelma menjadi peluang, untuk memperbaiki atap yang bocor, dinding yang rapuh, dan lantai yang tak lagi layak. Lebih dari itu, ia menghadirkan rasa aman yang selama ini mungkin hanya menjadi angan.
"Ini adalah program kami Pemuda Panca Marga. Kemarin kami sudah menyerahkan di Kota Cimahi, dan hari ini di dua lokasi di Kota Bandung," ujar Iswara, Selasa (28/4/2026).
Program ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia bergerak dari satu titik ke titik lain, dari Cimahi hingga Bandung, menyusuri lorong-lorong sempit yang sering luput dari perhatian. Mengetuk pintu-pintu rumah yang mungkin tak pernah tersentuh bantuan sebelumnya.
Di Jamika, rumah bukan hanya bangunan fisik. Ia adalah tempat bertahan dari kerasnya hidup kota, ruang kecil yang menyimpan cerita panjang tentang perjuangan. Ketika satu bagian rumah rusak, yang retak bukan hanya tembok, tetapi juga rasa nyaman dan ketenangan penghuninya.
Sebab itu, ketika bantuan datang, yang diperbaiki bukan sekadar struktur bangunan. Ada harapan yang ikut disusun ulang. Ada keyakinan yang kembali ditegakkan, bahwa mereka tidak sendiri.
Iswara pun menyelipkan doa, sederhana namun dalam.
"Semoga setelah direnovasi, rumahnya lebih layak. Bapak dan Ibu juga semakin sehat," ucapnya.
Di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota yang sering kali berpusat pada proyek besar dan angka-angka fantastis, kisah dari gang sempit Jamika ini menjadi pengingat: perubahan besar kerap dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
Program Rutilahu yang digagas PPM Jabar menunjukkan bahwa kepedulian tidak harus rumit. Ia cukup hadir, menyapa, dan memberikan solusi nyata. Dari satu rumah ke rumah lain, dari satu keluarga ke keluarga berikutnya. Di setiap sudut yang disentuh, harapan perlahan tumbuh kembali.***
Editor : JakaPermana


